WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya seorang aparatur sipil negara (ASN) yang melompat dari Apartemen Skyview Setiabudi, Medan, pada Jumat (10/7/2026) setelah polisi mengungkap dugaan aksi pemerasan yang dilakukan dua perempuan terhadap korban.
Polrestabes Medan telah mengamankan dua perempuan berinisial FR dan JS yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Baca Juga:
Meninggalnya Apriaman Lase di Apartemen Sky View Selayang, Polisi Tetapkan 2 Orang Wanita Tersangka
Keduanya diduga menjalankan modus pemerasan terhadap korban berinisial AL setelah terjadi transaksi seksual.
Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa pola pemerasan tersebut diduga bukan kali pertama dilakukan oleh kedua pelaku.
Fakta itu diketahui setelah FR dan JS menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan.
Baca Juga:
6 Tahanan Kasus Korupsi RSUP Nias Dipindahkan ke Rutan di Medan
Sebelumnya, korban yang merupakan ASN di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai 12 apartemen tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian menjelaskan korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena berada dalam tekanan usai diperas oleh kedua perempuan tersebut.
"Jadi setelah korban bersama pelalu JS selesai transaksi, korban meminta layanan tambahan, namun tak ada kesepakatan berapa biayanya."