Dukungan dari Banten ditegaskan sebagai bagian dari komitmen korporasi untuk hadir di tengah krisis, bukan hanya lewat instruksi, tetapi melalui kerja nyata di lapangan.
“Kami menugaskan personel untuk mendukung proses penanganan di lapangan. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar proses pemulihan dapat berjalan aman dan lancar,” kata General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
Solidaritas serupa datang dari kawasan timur Indonesia, ketika PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mengirimkan tim khusus gelombang kedua berjumlah 21 personel ke Aceh.
Tim PDKB tersebut tiba di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (18/12/2025) dan langsung bergabung dengan tim lain untuk mempercepat pemulihan jaringan distribusi yang terdampak.
“Kami berkomitmen akan terus berupaya memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh. Ini adalah tugas mulia yang diberikan kepada kami,” kata Ketua Tim Khusus PLN UID Sulselrabar, Rudiansa.
Baca Juga:
PLN Sukses Energize GISTET dan SUTET 500 kV Paiton, ALPERKLINAS: Fondasi Penting Keandalan Listrik Nasional
Meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang kerap berubah, semangat tim tidak surut, bahkan hingga berhasil memperbaiki jaringan sepanjang 0,8 kilometer sirkuit dan memancang tiang di empat titik Desa Rumoh Rayeuk, Aceh Utara.
Dukungan berkelanjutan juga ditegaskan oleh General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, yang memastikan bantuan personel hingga bahan pangan terus disalurkan sesuai kebutuhan lapangan.
“Dalam kondisi yang ada, rekan-rekan di lapangan tetap berdiri di garis depan demi memastikan listrik kembali menyala untuk masyarakat. Kami menegaskan tim khusus PLN UID Sulselrabar akan terus berupaya menuntaskan perbaikan sistem kelistrikan di Aceh Utara secara menyeluruh,” ujar Edyansyah.