WAHANANEWS.CO, Jakarta - Investor asing belum menghentikan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar saham Indonesia, bahkan dalam lima hari perdagangan terakhir dana yang keluar telah menembus Rp5,39 triliun di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik Timur Tengah, hingga dinamika kepemimpinan Bank Indonesia (BI).
Aksi jual bersih investor asing sepanjang lima hari terakhir mencapai Rp5,39 triliun di seluruh pasar, dengan tekanan terbesar terjadi di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun.
Baca Juga:
IHSG Terkapar, Investor Asing Lepas Saham Rp23 Triliun
Sementara itu, di pasar negosiasi dan tunai, investor asing juga membukukan net sell senilai Rp1,03 triliun.
Tekanan jual tersebut terjadi menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) yang menjadi perhatian utama investor global.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Baca Juga:
Investor Asing Minggat Besar-besaran, IHSG Tersungkur Nyaris 2 Persen
Sentimen tersebut turut membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64 persen ke level 6.091,39 pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Dalam lima hari terakhir, IHSG telah terkoreksi sebesar 3,84 persen.
Selama periode tersebut, indeks bergerak pada kisaran 6.029,324 hingga 6.454,309.
Meski berada di bawah tekanan dalam sepekan terakhir, secara bulanan IHSG masih mencatatkan kenaikan sebesar 6,96 persen.
Dominasi transaksi selama lima hari terakhir tetap berada di tangan investor domestik meski arus dana asing terus keluar dari pasar saham.
Dari sisi volume transaksi, total perdagangan mencapai 199,1 miliar saham.
Investor domestik menguasai 81,53 persen volume transaksi atau setara 324,7 miliar saham dari sisi beli dan jual.
Sementara itu, investor asing hanya berkontribusi sebesar 18,47 persen dengan pembelian sebanyak 32,5 miliar saham dan penjualan mencapai 41 miliar saham.
Keunggulan investor domestik juga tercermin dari nilai transaksi yang masih mendominasi aktivitas perdagangan.
Sepanjang lima hari perdagangan terakhir, total nilai transaksi saham mencapai Rp83,3 triliun.
Investor domestik menyumbang 69,08 persen dari total nilai transaksi melalui pembelian senilai Rp60,2 triliun dan penjualan Rp54,8 triliun.
Di sisi lain, investor asing menyumbang 30,92 persen dari total nilai transaksi dengan nilai beli Rp23,1 triliun dan nilai jual mencapai Rp28,4 triliun.
Jika dihitung sejak awal tahun atau year to date (YTD), investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp80,97 triliun di seluruh pasar.
Tekanan jual paling besar terjadi di pasar reguler yang mencapai Rp94,88 triliun.
Sebaliknya, di pasar negosiasi dan tunai investor asing masih membukukan net foreign buy sebesar Rp13,91 triliun sehingga mampu mengurangi sebagian tekanan jual yang terjadi di pasar reguler.
Sepanjang tahun berjalan, aktivitas perdagangan saham nasional juga masih didominasi investor domestik.
Total volume transaksi sejak awal tahun telah mencapai 5,4 triliun saham.
Investor domestik menguasai 78,57 persen dari total volume perdagangan yang terdiri atas pembelian 4,3 triliun saham atau 39,79 persen dan penjualan 4,2 triliun saham atau 38,78 persen.
Sementara itu, investor asing berkontribusi sebesar 21,43 persen dengan volume pembelian mencapai 1,1 triliun saham atau 10,21 persen dan penjualan 1,2 triliun saham atau 11,22 persen.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]