WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana Danantara untuk membuka perusahaan leasing pesawat atau penyewaan pesawat terbang.
“Kami sedang mengkaji juga kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing sendiri,” ujar Dony ketika dijumpai setelah menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026) melansir ANTARA.
Baca Juga:
Bidhumas Polda Jambi Gelar Rakernis Humas Tahun 2026, Optimalkan Komunikasi Publik dan Manajemen Media Untuk Mendukung Asta Cita Presiden RI
Pernyataan tersebut terkait rencana pembelian sebanyak 50 unit pesawat dari Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Dony menyampaikan bahwa pembelian 50 unit pesawat Boeing membutuhkan banyak pertimbangan.
Pertimbangan-pertimbangan tersebut meliputi kapan Indonesia akan mendatangkan pesawat Boeing, bagaimana model bisnisnya, termasuk mempertimbangkan leasing atau penyewaan pesawat terbangnya.
Baca Juga:
Sosok Captain Tania, Pilot Perempuan Pertama Garuda yang Terbangkan Presiden RI
“Tentu banyak pertimbangan, ya. Tetapi tentu komitmennya harus kami jalankan,” ujar dia.
Berdasarkan seluruh pertimbangan tersebut, kata Dony, Danantara akan mengambil langkah yang paling menguntungkan. Akan tetapi, hingga saat ini, ia menyampaikan masih berada di tahap kajian.
“Jadi kami pertimbangkan mana yang paling menguntungkan, gitu,” kata Dony.
Pada awal Februari 2026, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani dokumen kesepakatan dagang bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang memuat ketentuan perdagangan timbal balik AS.
Dalam salah satu poin kesepakatan dagang, Indonesia wajib melakukan pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai 13,5 miliar dolar AS.
"Dari Agreement Reciprocal Tarif ini, ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara, di antaranya rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing," ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam Konferensi Pers yang digelar daring dari Washington DC, AS pada Jumat, 20 Februari 2026.
[Redaktur: Alpredo Gultom]