WAHANANEWS.CO, Mamasa - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi menyalurkan 75 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Moto Project Goes to Mamasa yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026.
Mengusung tema “Bersama, Menyatu, Melaju Penuh Semangat”, kegiatan ini melibatkan BKK Touring dan YBM PLN UIP Sulawesi. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpegawai, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial melalui penyaluran zakat pegawai yang dikelola YBM PLN UIP Sulawesi.
Baca Juga:
PLN 'Light Up The Dream': Rantau Prapat Full Senyum!
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan PLN UIP Sulawesi.
“Kami bersyukur semangat berbagi terus hidup di tengah insan PLN. Melalui kegiatan ini, kebersamaan yang terbangun di lingkungan kerja diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Aditya.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan insan PLN diharapkan tidak hanya memperkuat kekompakan internal, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Dorong Kemandirian Ekonomi dan Zakat Produktif, PLN UP3 Sumedang Salurkan Bantuan Modal Usaha Melalui YBM
“Inilah nilai yang ingin terus kami pelihara, bahwa setiap kegiatan dapat menjadi ruang untuk berbagi serta menghadirkan dampak positif bagi sesama,” tambahnya.
Ketua YBM PLN UIP Sulawesi, M. Pahri Jafar, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari zakat para pegawai PLN UIP Sulawesi yang dihimpun dan disalurkan melalui berbagai program sosial YBM kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Dana zakat yang dihimpun merupakan amanah dari para pegawai PLN UIP Sulawesi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para penerimanya,” tutur Pahri.