WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali terpukul dalam, dengan kerugian yang melonjak tajam sepanjang 2025 hingga menembus triliunan rupiah.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia, Garuda Indonesia mencatat rugi bersih sebesar US$319,39 juta atau sekitar Rp5,42 triliun sepanjang tahun 2025.
Baca Juga:
Polda Jambi Jelaskan Status Kedinasan Anggota RC, Tegaskan Komitmen pada Putusan Hukum dan Transparansi
Kerugian tersebut meningkat drastis sekitar 4,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$69,77 juta atau sekitar Rp1,18 triliun.
Lonjakan kerugian dipicu oleh penurunan pendapatan perseroan sebesar 5,8 persen dari US$3,41 miliar pada 2024 menjadi US$3,21 miliar pada 2025, Senin (23/3/2026).
Mayoritas pendapatan perusahaan masih ditopang oleh penerbangan berjadwal yang menyumbang US$2,14 miliar sepanjang tahun lalu.
Baca Juga:
Bidhumas Polda Jambi Gelar Rakernis Humas Tahun 2026, Optimalkan Komunikasi Publik dan Manajemen Media Untuk Mendukung Asta Cita Presiden RI
Sementara itu, penerbangan tidak berjadwal memberikan kontribusi sebesar US$340,87 juta, sedangkan pendapatan lainnya tercatat sebesar US$361,05 juta.
Di sisi lain, perusahaan hanya mampu menekan tipis beban usaha dari US$3,11 miliar menjadi US$3,1 miliar sepanjang 2025.
Beban operasional penerbangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai US$1,54 miliar.