WahanaNews.co, Jakarta - Deretan sangkar burung berukir memenuhi sudut lapangan Kementerian Perdagangan pada Festival Lomba Burung Berkicau, Minggu (3/5/2026). Di tengah ramainya para pehobi burung atau kicau mania, perhatian Menteri Perdagangan Budi Santoso tertuju pada detail ukiran halus di salah satu pengait sangkar kayu yang dipamerkan.
Bukan sekadar perlengkapan hobi, sangkar-sangkar tersebut tampil layaknya karya seni yang merepresentasikan ketekunan tangan para perajin lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga:
Festival Lomba Burung Berkicau Dorong Ekonomi Komunitas dan UMKM
Salah satu pelaku usaha yang hadir dalam festival tersebut adalah Nurhasanah Dewi, pemilik Kios Fortuna di Pasar Pramuka, Jakarta. Melalui usahanya, Nurhasanah menjadi penghubung antara perajin sangkar dari Bandung, Semarang, hingga Sidoarjo dengan para pehobi burung di berbagai daerah.
Di kiosnya, tersedia beragam jenis sangkar, mulai dari sangkar mentahan bernuansa natural hingga sangkar siap pakai dengan ukiran khas.
Menurut Nurhasanah, dalam dunia burung berkicau, sangkar bukan hanya tempat bagi burung, melainkan juga identitas yang mencerminkan karakter pemilik dan jenis burungnya.
Baca Juga:
Mendag Dorong Sinergi dengan Kadin Perkuat Perdagangan Nasional di Tengah Tantangan Global
“Burung murai sangkarnya seperti ini, sedangkan cucak hijau berbeda. Ada standarnya masing-masing,” ujar Nurhasanah.
Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap hobi burung berkicau mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Tren tersebut turut mendongkrak permintaan berbagai perlengkapan burung, termasuk sangkar.
Jika sebelumnya pelanggan Kios Fortuna didominasi warga Jakarta, kini pasar mereka telah meluas hingga Batam dan Medan.