Dalam konteks itu, kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat kapasitas BUMN.
Dony mengatakan Presiden Prabowo Subianto berharap Danantara mampu membuat peran dan kontribusi BUMN menjadi jauh lebih besar.
Baca Juga:
Lewat Tim Ekspedisi Patriot, Mahasiswi Asal Jakarta Belajar dan Mengabdi di Papua
"Makanya Presiden berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi," ujarnya.
Menurut Dony, target untuk mendorong kontribusi BUMN menuju angka yang lebih tinggi bukan perkara mudah.
Ia menyebut target kontribusi hingga Rp800 triliun per tahun membutuhkan transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan-perusahaan negara.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Kebut Revisi UU Ketenagakerjaan Saat Reses, Outsourcing Jadi Sorotan
Meski tantangan yang dihadapi cukup besar, Dony menyatakan optimistis transformasi tersebut dapat dijalankan.
Optimisme itu didasarkan pada sejumlah langkah strategis yang tengah disiapkan dan dilakukan di lingkungan BUMN.
"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita," jelasnya.