WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mengakselerasi restrukturisasi BUMN Karya.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola, pembenahan laporan keuangan, dan peningkatan transparansi korporasi.
Baca Juga:
Rencana Danantara Pangkas 1.000 BUMN Jadi 300 Disorot Lembaga Pemeringkat Internasional
Ketua Umum KRT Tohom Purba mengatakan, “Transformasi BUMN Karya ini harus dilihat sebagai momentum strategis untuk membangun ulang fondasi kepercayaan publik terhadap perusahaan negara, bukan hanya dari sisi kinerja, tetapi juga integritas manajemennya.”
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah menunjukkan arah yang lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada perbaikan finansial, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola dan disiplin regulasi yang selama ini menjadi titik lemah.
“Kalau laporan keuangan sudah realistis dan transparan, maka investor, mitra, dan masyarakat akan punya basis kepercayaan yang kuat. Ini yang selama ini menjadi missing link dalam pengelolaan BUMN Karya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Buka Rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih, Jadi Pegawai BUMN
Tohom melihat bahwa restrukturisasi yang berbasis transparansi akan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat, sekaligus mengurangi potensi risiko moral hazard dalam pengelolaan proyek-proyek infrastruktur berskala besar.
Ia juga menilai forum strategis yang mempertemukan seluruh direksi BUMN Karya menjadi langkah penting untuk menyamakan arah kebijakan dan memastikan transformasi berjalan serempak, bukan parsial.
“Kalau transformasi dilakukan secara terfragmentasi, hasilnya tidak akan optimal. Harus ada orkestrasi yang kuat, dan di sinilah peran BP BUMN dan Danantara menjadi sangat menentukan,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa restrukturisasi BUMN Karya memiliki dampak jangka panjang terhadap pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas nasional.
“BUMN Karya adalah tulang punggung pembangunan. Kalau tata kelolanya kuat, maka proyek infrastruktur tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan transparansi dan kepatuhan regulatif akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika industri konstruksi yang semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor swasta.
“Ke depan, BUMN Karya harus mampu bertransformasi menjadi entitas yang agile, adaptif, dan akuntabel. Ini bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang bagaimana memenangkan persaingan di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa restrukturisasi BUMN Karya diarahkan untuk menciptakan perusahaan yang lebih solid, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola, pembenahan laporan keuangan, serta peningkatan transparansi dan kepatuhan regulasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]