Sektor ketiga, Rahma menyoroti peran penting konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 54 persen terhadap PDB. Menurut dia, menjaga daya beli masyarakat menjadi kunci, antara lain melalui stabilitas harga pangan, percepatan belanja pemerintah, serta penciptaan lapangan kerja melalui investasi.
Kemudian sektor keempat, masuknya investasi asing langsung (FDI) akan memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja formal dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Baca Juga:
Bakorwil Surakarta Jadi Pusat Aglomerasi Ekonomi Solo Raya, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Strategis dan Visioner
"Mempercepat eksekusi anggaran sejak kuartal I untuk memicu perputaran uang di masyarakat dengan proyek-proyek infrastruktur, misalnya irigasi, waduk, embung dalam rangka mitigasi El-Nino Godzila (kemarau panjang), membangun jembatan-jembatan yang putus karena bencana, jalan-jalan yang rusak, ini juga memperbanyak padat karya, sehingga masyarakat memiliki income untuk mendongkrak daya beli masyarakat," terang Rahma.
Sektor kelima yakni sektor energi hijau dan ekonomi digital yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat ke depan. Program seperti pengembangan biodiesel serta investasi pada teknologi menjadi peluang untuk mendorong efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.
"Proyek seperti Biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai Juli 2026 diproyeksikan bisa menghemat anggaran hingga Rp48 triliun, jadi harus ada skala prioritas. Mendorong investasi di bidang teknologi dan ekonomi digital yang memiliki potensi pertumbuhan eksponensial," tutup dia.
Baca Juga:
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan SDM
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.