Analisis terhadap setiap rute, tingkat keterisian penumpang, serta konektivitas antardestinasi menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan bisnis maskapai.
"Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan," ujar Dony.
Baca Juga:
Danantara Bakal Beli 50 Pesawat Boeing, Ungkap Rencana Buka Perusahaan Penyewaan Pesawat Terbang
Menurutnya, setiap keputusan operasional memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan sehingga seluruh penerbangan harus direncanakan secara cermat.
"Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas," lanjutnya.
Selain menyatukan struktur korporasi, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan kualitas layanan di seluruh ekosistem Garuda Group.
Baca Juga:
Polda Jambi Jelaskan Status Kedinasan Anggota RC, Tegaskan Komitmen pada Putusan Hukum dan Transparansi
Peningkatan layanan tersebut mencakup pengalaman penumpang sebelum penerbangan, selama berada di dalam pesawat, hingga setelah tiba di tujuan.
Program transformasi itu meliputi integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman penumpang di dalam kabin, peningkatan standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Melalui konsolidasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan tersebut, Garuda Group diharapkan menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus mampu meningkatkan daya saing di industri penerbangan regional.