WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bukan mesin, baterai, atau sistem kemudi, sekitar 4,3 juta mobil di China harus menjalani recall gara-gara persoalan pada komponen yang terlihat sederhana, yakni handle atau tuas pembuka pintu darurat di dalam kabin.
Recall berskala besar tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif, mulai dari Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr di bawah Geely, Chery, Dongfeng, BAIC hingga FAW.
Baca Juga:
Soal Insentif Kendaraan Listrik, Menko Airlangga Buka Suara
Jumlah kendaraan yang terdampak membuat program tersebut menjadi salah satu recall otomotif terbesar yang pernah dilakukan di China.
Persoalan yang ditemukan bukan karena seluruh handle pintu kendaraan tersebut tidak dapat bekerja.
Regulator China justru mempersoalkan desain tuas pembuka mekanis darurat di dalam kabin yang dinilai sulit dikenali dan dioperasikan karena warnanya menyerupai panel interior.
Baca Juga:
Antisipasi Kelangkaan BBM, ALPERKLINAS: Masyarakat Bisa Tiru Rakyat Amerika Beralih ke Mobil Listrik Bekas
Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko ketika kendaraan mengalami kecelakaan berat yang menyebabkan sistem kelistrikan tegangan rendah berhenti berfungsi.
Dalam kondisi kehilangan daya, penumpang harus mengandalkan mekanisme pembuka pintu manual untuk dapat keluar dari kendaraan.
Apabila tuas pembuka darurat sulit ditemukan, proses evakuasi penumpang berpotensi menjadi lebih lambat ketika setiap detik sangat menentukan keselamatan.