WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif restrukturisasi besar-besaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Perampingan perusahaan negara dinilai dapat menjadi momentum untuk mengubah BUMN dari struktur korporasi yang gemuk menjadi kekuatan ekonomi nasional yang lebih produktif, efisien, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Baca Juga:
Tahun Kedua Prabowo Pimpin Upacara HUT RI, Istana Merdeka Dipenuhi Ribuan Undangan
“Keberanian memangkas BUMN yang tidak produktif harus dilihat sebagai keberanian membenahi cara negara mengelola kekayaannya,” kata Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, di Jakarta, Senin (17/08/2026).
Menurut Tohom, ukuran keberhasilan BUMN bukan terletak pada banyaknya perusahaan yang dimiliki pemerintah, melainkan pada besarnya nilai ekonomi, lapangan kerja, pelayanan, dan kedaulatan yang mampu diciptakan bagi Indonesia.
Tohom mengatakan target pemerintah memangkas jumlah BUMN beserta anak dan cucu usahanya dari 1.074 perusahaan menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026 merupakan langkah fundamental.
Baca Juga:
BUMN Panen Laba Jumbo, Semen Indonesia Naik 408,9 Persen hingga Pupuk Indonesia 252,8 Persen
Langkah tersebut harus diikuti pembenahan tata kelola, penguatan profesionalisme manajemen, serta penetapan indikator kinerja yang terukur bagi setiap perusahaan yang dipertahankan.
Menurutnya, keputusan menutup 290 BUMN hingga saat ini memperlihatkan perubahan arah pengelolaan perusahaan negara.
Rencana menutup lebih dari 750 perusahaan secara keseluruhan menunjukkan pemerintah mulai menggeser paradigma dari orientasi jumlah perusahaan menuju kualitas aset dan kemampuan menghasilkan nilai tambah.