WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana alam yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur distribusi listrik.
Hingga saat ini, percepatan pemulihan masih difokuskan pada 176 desa yang belum kembali teraliri listrik dari total sekitar 6.500 desa di seluruh Aceh.
Baca Juga:
Sinergi Pemerintah dan BUMN, PLN Siapkan Listrik Andalan untuk Huntara Aceh Tamiang
Proses pemulihan menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama kondisi medan yang berat serta akses jalan yang terputus akibat bencana.
Tantangan tersebut berdampak pada keterbatasan mobilisasi material maupun personel menuju lokasi-lokasi terdampak, khususnya di wilayah pedalaman dan perbukitan.
Meski demikian, PLN memastikan proses perbaikan tetap berjalan secara bertahap dan berkelanjutan pada desa-desa yang masih terisolasi.
Baca Juga:
Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap, PLN Dukung Upaya Pemerintah Jaga Daya Beli
Wilayah tersebut meliputi 68 desa di Kabupaten Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, 6 desa di Aceh Tamiang, 2 desa di Bireuen, serta masing-masing 1 desa di Aceh Utara dan Aceh Barat.
Atas upaya tersebut, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petugas PLN yang tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan akses dan kondisi alam yang ekstrem.
Proses perbaikan tiang listrik di medan ekstrem yang terdampak longsor di Desa Uring, Kabupaten Gayo Lues.
“Saya melihat bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring Kecamatan Pining. Ini luar biasa. Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” ungkap Suhaidi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk menuntaskan pemulihan kelistrikan hingga seluruh masyarakat Aceh kembali menikmati pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Akses jalan berlumpur pascabanjir menjadi tantangan PLN dalam membangun kembali jaringan distribusi listrik yang terdampak di Desa Gegarang, Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama. Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap gulita. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apapun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, upaya pemulihan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Sinergi tersebut bertujuan untuk memastikan akses menuju lokasi terdampak dapat segera dibuka serta proses distribusi material berjalan lebih efektif.
“PLN berkomitmen menjalankan arahan pemerintah untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan optimal. Seluruh tim kami bergerak dengan semangat kebersamaan, berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan dapat dilakukan dengan aman dan tepat sasaran,” tutur Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa PLN telah melakukan pemetaan wilayah prioritas untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di daerah terdampak.
Tampak personel PLN saat mengangkut tiang listrik di tengah medan yang sulit menuju lokasi terdampak banjir dan longsor di Desa Cot Calang, Kabupaten Aceh Utara.
“Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga di posko-posko terdekat dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, baik bagi petugas PLN maupun masyarakat di sekitar lokasi pemulihan.
"Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan safety, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” tutup Eddi (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]