WahanaNews.co | PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur menggelar konvoi 1300 motor listrik di Surabaya, Sabtu pagi (29/10/2022), untuk menyosialisasikan penggunaan motor listrik kepada masyarakat. Konvoi ini juga sekaligus untuk memperingati hari listrik nasional yang ke 77.
Menurut Direktur Distribusi PT PLN , Adi Priyanto, sosialisasi penggunaan motor listrik kepada masyarakat ini sebagai upaya membantu menurunkan emisi karbon dan kampanye hidup hemat. Menurutnya, dengan 1 liter bahan bakar minyak subsidi seharga Rp 10.000, setara dengan 1 kwh listrik yang memiliki tarif kurang lebih Rp 1.500.
Baca Juga:
PLN Jawa Timur Pecahkan Rekor MURI Konvoi Motor Listrik Terbanyak
Selain itu, sosialisasi penggunaan motor listrik ini juga untuk membantu pemerintah mengurangi impor bahan bakar minyak. Adi menambhakan saat ini produksi BBM dalam negeri hanya mampu memenuhi separuh kebutuhan BBM dalam negeri, dan sisanya impor dari negara luar.
“Yang pertama adalah peduli kepada lingkungan sangat penting dengan menggunakan kendaraan listrik mobil maupun motor sangat membantu menurunkan emisi CO2 karbon di Jatim. Yang kedua dalam menyosialisasikan hidup hemat karena hidup hemat ini penting. Jika dikonversikan penggunaan minyak untuk listrik 1 liter BBM sama dengan 1 kwh listrik. Harga 1 liter subsidi Rp 10.000 harga kwh listrik Rp 1500. Yang ketiga membantu pemerintah mengurangi impor. Saat ini hanya separuh kebutuhan minyak dalam negeri yang bisa diproduksi dari dalam negeri, sisanya impor," ujar Adi.
Sayangnya, untuk ketersediaan pengisian energi bagi motor listrik masih minim di Jawa Timur. General Manager PLN Jawa Timur, Lasiran mengatakan, di Jawa Timur baru memiliki 9 stasiun pengisian kendaraan llistrik umum atau SPKLU dan beberapa titik swap atau penggantian baterai di Kota Surabaya.
Baca Juga:
PLN Jabar Luncurkan 104 SPKLU di Seluruh Wilayah Jawa Barat
“SPKLU Jawa Timur ada 9 swap ada beberapa titik, contohnya di area Surabaya Selatan ada. Swap untuk roda 2, mobil lebih ke SPKLU-nya,“ kata Lasiran.
Terkait penghematan biaya, cukup dirasakan oleh pekerja yang memiliki mobilitas tinggi, seperti driver ojek online. Mereka mengaku pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan jauh lebih hemat dengan menggunakan motor listrik.
Namun lagi-lagi, di tengah meningkatnya minat masyarakat menggunakan motor listrik, para pengguna motor listrik mengaku ketersediaan tempat pengisian listrik masih jarang di Surabaya.
“Keuntunganya nggak perlu beli BBM, pengecasan mudah, tukar baterai lebih irit daripada untuk bahan bakarnya karena 1 baterai 70 km. Kelemahan tempat swapnya sangat jarang, tempat tukar baterai di Surabaya kurang menyebar dan tidak ada yang 24 jam. Semoga pemerintah menyediakan tempat swap yang merata dan buka 24 jam, kalau untuk ini lebih murah dari bahan bakar, “ ujar Hery Priyo Cahyono, driver ojol pengguna motor listrik
“Bisa dicas di rumah, bisa ditukar di kantor, lebih irit ini karena biaya baterainya lebih murah daripada BBM yang operasional satu hari Rp 10.000. Kalau saya pribadi, lebih dari Rp 60.000 per hari. Sudah hampir 3 bulan ini, itu yang saya rasakan... Kalau sejauh ini belum saya temukan charger yang umum di sini. Harapan saya pemerintah menyediakan tempat charger memperbanyak stasiun penukaran baterai dan pengecasan baterai dan lain-lain, “ kata Ilham Alfarizi, driver ojol pengguna motor listrik
Pengguna motor listrik berharap, dengan meningkatnya jumlah peminat kendaraan listrik, haruslah sebanding dengan upaya dari pemerintah untuk pemenuhan tempat pengisian baterai. [tum]