WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.
Kondisi tersebut ditandai dengan intensitas hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir dan genangan air di berbagai daerah.
Baca Juga:
Bibit Siklon Tropis 91S Jadi Luana, Angin Kencang Mengancam Selatan Jawa
Menanggapi situasi ini, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko bahaya kelistrikan yang dapat muncul saat hujan lebat maupun banjir.
Langkah pencegahan dinilai penting guna meminimalkan potensi kecelakaan listrik yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan dan masyarakat menjadi prioritas utama PLN dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Baca Juga:
Hadapi Cuaca Ekstrem Januari 2026, BNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca
Ilustrasi petugas PLN saat melakukan koordinasi pengamanan jaringan listrik di tempat terdampak banjir.
“Saat cuaca ekstrem, keselamatan pelanggan dan masyarakat menjadi fokus utama kami. PLN mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujar Gregorius.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah langkah keselamatan yang perlu diperhatikan masyarakat apabila terjadi genangan air atau peningkatan permukaan air di lingkungan tempat tinggal.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mematikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) yang berada di meteran atau kWh meter apabila air mulai memasuki rumah.
Tindakan ini penting untuk mencegah risiko tersengat listrik.
Langkah berikutnya, seluruh peralatan elektronik yang terhubung dengan stop kontak diimbau untuk segera dicabut guna menghindari terjadinya korsleting atau arus pendek.
Jika genangan air berpotensi semakin tinggi, peralatan listrik sebaiknya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan berada di tempat yang lebih tinggi.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan seluruh peralatan listrik dan elektronik benar-benar dalam kondisi kering sebelum kembali digunakan setelah banjir surut.
Ilustrasi petugas PLN melakukan koordinasi dan edukasi keamanan listrik dengan salah satu pelanggan terdampak banjir.
“Langkah ini agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” imbuh Gregorius.
PLN juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan potensi ancaman keselamatan dari jaringan listrik yang terdampak banjir atau kondisi cuaca ekstrem lainnya.
Pelaporan tersebut termasuk situasi yang membutuhkan penghentian sementara pasokan listrik demi menjaga keselamatan bersama.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi banjir tertentu, pasokan listrik dapat dipadamkan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar,” tambah Gregorius.
Sebagai upaya mempermudah layanan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan maupun informasi terkait potensi gangguan kelistrikan melalui fitur Pengaduan yang tersedia di aplikasi PLN Mobile (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]