WahanaNews.co, Gresik - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan, harga barang
kebutuhan pokok (Bapok) secara umum cenderung turun dan stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 di Gresik, Jawa Timur. Banyaknya pasokan membuat harga Bapok cenderung turun.
Hal tersebut diungkapkan Mendag Zulkifli Hasan saat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan Bapok di Pasar Baru, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa, (28/11).
Baca Juga:
Dampingi Presiden RI Bertemu PM Malaysia, Mendag Busan: Kerja Sama Sektor Sawit akan Diperkuat
Turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim, serta Staf Khusus Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional Bara Krishna Hasibuan.
“Secara umum harga Bapok di Gresik, Jawa Timur menjelang Natal dan Tahun Baru terpantau turun. Hal ini disebabkan banyaknya pasokan Bapok. Tidak mungkin harganya turun kalau pasokannya sedikit,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Dibandingkan minggu lalu, sejumlah harga komoditas Bapok di Pasar Baru Gresik terpantau stabil yaitu minyak goreng curah Rp13.500/lt, beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.000/kg, gula pasir Rp16.500/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, minyak goreng premium Rp18.000/lt, minyak
kita Rp14.500/lt, daging sapi Rp100.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih
Rp33.000/kg, telur ayam ras Rp26.000/kg, serta beras Bulog Rp10.900/kg.
Baca Juga:
Pertemuan Bilateral RI-Malaysia, Bahas Peningkatan Hubungan Dagang melalui Komite Gabungan
Adapun harga komoditas yang mengalami penurunan antara lain cabai merah keriting turun 10,76
persen dari Rp70.000/kg menjadi Rp65.000/kg, cabai merah besar turun 10,76 persen dari Rp70.000/kg menjadi Rp65.000/kg, daging ayam ras turun 9 persen dari Rp36.000/kg menjadi Rp33.000/kg, serta cabai rawit merah turun 5,5 persen dari Rp90.000/kg menjadi Rp80.000/kg.
Mendag juga menyampaikan, harga bapok terkendali karena kerja sama berbagai pihak, baik pedagang, pemerintah pusat, dan daerah. “Jadi memang ini kerja sama semua, mulai
dari Bupati, Gubernur Jawa Timur, pemerintah pusat, pedagang pasar, kita semua sehingga kita bisa menjaga stabilitas harga Bapok,” tandasnya.
[Redaktur: Tumpal Alpredo Gultom]