WahanaNews.co, Kudus - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok) tetap stabil dan pasokannya mencukupi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah terus melakukan pemantauan langsung di pasar-pasar rakyat di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan pasokan serta memastikan harga tetap terkendali.
Hal tersebut disampaikan Budi Santoso saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Baru Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendag didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Turut mendampingi pula Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB Tutup TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi, Percepat Pembangunan di Batanghari
Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan secara aktif turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memantau harga sekaligus memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Beras normal, MINYAKITA juga normal. Kami melakukan pemantauan terutama menjelang Lebaran. Kami ingin harga-harga terkendali dan pasokan tercukupi sehingga masyarakat dapat berbelanja sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Budi usai peninjauan.
Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa hingga merayakan Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga:
Mendag, Menteri LH bersama Wali Kota Jakarta Timur Gelar Aksi Bersih Pasar Kramat Jati
Selain pemantauan langsung di lapangan, Kemendag juga memonitor perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem tersebut mengumpulkan data harga dari berbagai pasar di seluruh Indonesia secara berkala.
Menurut Budi, pemantauan dilakukan di 514 kabupaten dan kota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Data harga tersebut kemudian ditampilkan dalam dashboard SP2KP Kemendag yang dapat diakses secara daring.
“SP2KP memungkinkan kami memantau harga di seluruh Indonesia di sekitar 550 titik pasar di 514 kabupaten dan kota. Namun, kami tetap turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil di lapangan,” kata dia.