WahanaNews.co, Jakarta - Kemendag (Kementerian Perdagangan) menilai kehadiran LEGO Certified Store terbaru di Indonesia menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional. Gerai yang berlokasi di Grand Indonesia ini bahkan dinobatkan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mencerminkan prospek cerah sektor ritel dalam negeri yang ditopang oleh konsumsi domestik dan daya beli masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal S. Shofwan, saat menghadiri pembukaan gerai tersebut di Jakarta, Jumat (24/4).
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Rekonstruksi Kasus Tindak Pidana Rudapaksa
Ia menyebut kehadiran LEGO Certified Store dapat mendorong aktivitas perdagangan ritel domestik sekaligus menghadirkan destinasi belanja inovatif bagi masyarakat.
“Investasi ini membuktikan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia yang solid,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Menurut Iqbal, masuknya pelaku usaha global turut memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional. Kehadiran LEGO juga mempertegas potensi Indonesia sebagai basis produksi sekaligus mitra strategis dalam perdagangan global, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat pasar dalam negeri dan mendorong ekspor nasional.
Baca Juga:
Produk Fesyen Indonesia Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Pop Up Store Kobe-Jepang 2026
Ia memaparkan, perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, dengan konsumsi rumah tangga berkontribusi 53,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, Indeks Penjualan Eceran Riil tercatat meningkat sekitar 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandakan aktivitas perdagangan domestik dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Tren positif tersebut, lanjut Iqbal, diperkirakan berlanjut pada 2026. Pertumbuhan ekonomi triwulan I diproyeksikan berada di kisaran 5,5 persen (yoy), didukung oleh surplus neraca perdagangan sebesar 2,23 miliar dollar AS yang mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang kuat.
Lebih jauh, Iqbal menilai kehadiran LEGO tidak hanya berdampak pada sektor ritel, tetapi juga membuka peluang bagi industri kreatif, khususnya mainan edukatif. Dengan dukungan komunitas yang kuat, gerai ini berpotensi menjadi destinasi yang mengintegrasikan perdagangan, kreativitas, dan pariwisata.
Ia pun berharap keberadaan LEGO Certified Store dapat mendorong inovasi dan produktivitas dalam negeri, sekaligus memperluas kolaborasi antara pelaku usaha global dan domestik, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem perdagangan nasional dan membuka peluang keterlibatan yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri,” kata Iqbal.
Sementara itu, General Manager Emerging Asia LEGO Group, Cedric Roose, menyatakan pembukaan gerai tersebut menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu pasar utama di kawasan.
Dengan luas lebih dari 400 meter persegi, gerai di Grand Indonesia ini menjadi yang terbesar di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara. Roose menilai hal ini mencerminkan besarnya potensi pertumbuhan Indonesia bagi LEGO Group.
Ia menjelaskan, gerai tersebut mengusung konsep yang menggabungkan unsur budaya Indonesia dengan inovasi khas LEGO. Pengunjung dapat menemukan berbagai instalasi tematik seperti komodo, becak berukuran nyata, hingga peta Indonesia berbahan LEGO.
Selain itu, gerai ini juga dilengkapi fasilitas pembuat figur mini LEGO (minifigure factory) yang eksklusif hadir di Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, serta menampilkan berbagai set mainan dengan elemen teknologi yang diproduksi secara lokal.
“Gerai ini memadukan budaya Indonesia dengan inovasi LEGO sekaligus menghadirkan pengalaman bermain yang interaktif bagi masyarakat,” ujar Roose.
Ia menambahkan, LEGO Group berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan di Indonesia, baik dalam aspek komersial maupun manufaktur, setelah lebih dari satu dekade beroperasi di Tanah Air.
[Redaktur: Jupriadi]