WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menegaskan komitmennya dalam mengawal kelancaran ekspor produk makanan siap saji (ready-to-eat) ke Arab Saudi untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, eksportir, dan otoritas terkait di Indonesia maupun Arab Saudi guna memastikan pasokan makanan jamaah tetap aman dan tersedia selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga:
Kemendag Raih Predikat “AA” pada Anugerah Kearsipan Nasional 2026
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, mengatakan Kemendag telah memfasilitasi berbagai hambatan ekspor yang dihadapi PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI) dalam pengiriman hampir 360 ribu porsi makanan siap saji ke Tanah Suci.
Menurut Zulvri, langkah yang ditempuh antara lain mempercepat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong percepatan pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga membantu percepatan proses kepabeanan di Arab Saudi.
“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri.
Baca Juga:
Kemendag Dorong Produk Kreatif Indonesia Tembus Pasar Global lewat “Weaving Stories”
Ia menjelaskan, produk yang diekspor terdiri atas berbagai makanan khas Indonesia, seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, hingga daging balado.
Seluruh produk tersebut telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Saat ini, produk makanan siap saji tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Zulvri menambahkan, kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia setiap tahun terus meningkat. Dengan jumlah jamaah yang besar, kebutuhan minimal diperkirakan mencapai 1 juta porsi makanan siap saji setiap musim haji.
“Kondisi ini menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan. Fasilitasi Kemendag juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini akan terus dilanjutkan untuk penyelenggaraan haji tahun berikutnya,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal, mengapresiasi dukungan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh yang dinilai sangat membantu percepatan proses ekspor makanan siap saji Indonesia untuk jamaah haji 1447 Hijriah.
Menurut Arif, dukungan tersebut membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tahapan administrasi dan regulasi di Arab Saudi, khususnya terkait proses persetujuan hasil uji makanan dan pengeluaran barang dari kawasan kepabeanan.
“Kami merasakan peran besar KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh untuk mempercepat persetujuan hasil uji makanan siap saji dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta persetujuan pengeluaran barang dari daerah kepabeanan oleh Bea Cukai Arab Saudi,” ujar Arif.
Ia menambahkan, langkah tersebut penting agar jamaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan khas Indonesia selama berada di Tanah Suci sehingga kondisi kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah.
Arif juga menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipilih eksportir dan importir untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
“Seluruh produk wajib dilengkapi sertifikasi halal dan sertifikat kesehatan, serta tetap mengedepankan cita rasa khas masakan Indonesia agar jamaah merasa nyaman dan sehat selama berada di Tanah Suci,” kata dia.
[Redaktur: Jupriadi]