WahanaNews.co, Bogor - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melepas ekspor perdana produk yogurt Indonesia ke Vietnam pada Selasa (5/5/2026). Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk dengan nilai mencapai 65.000 dollar AS atau sekitar Rp1,13 miliar.
Sebanyak dua kontainer yogurt diberangkatkan langsung dari fasilitas produksi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelepasan ekspor dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi.
Baca Juga:
Mendag Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Dorong Transformasi Pasar Rakyat Jadi Destinasi Wisata
Dalam sambutannya, Puntodewi mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi bukti bahwa produk olahan susu Indonesia mampu bersaing di pasar global, termasuk memenuhi standar internasional dan selera konsumen mancanegara.
“Pelepasan ekspor perdana ke Vietnam oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk merupakan bukti kemampuan produk Indonesia mengikuti selera pasar, menjaga kualitas, dan memenuhi standar internasional. Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia,” ujar Puntodewi.
Ia menjelaskan, kinerja ekspor produk olahan susu Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai ekspor sektor dairy product tercatat mencapai 71,68 juta dollar AS dengan tren pertumbuhan sebesar 2,35 persen sepanjang periode 2021–2025.
Baca Juga:
Dampak Penutupan Selat Hormuz, Tiga Negara Berebut Urea Indonesia
Sementara itu, pada Januari–Februari 2026, nilai ekspor produk olahan susu Indonesia mencapai 14,81 juta dollar AS atau tumbuh 63,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus untuk komoditas yogurt, nilai ekspor Indonesia ke pasar global mencapai 1,45 juta dollar AS pada Januari–Februari 2026. Angka tersebut meningkat 50,30 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Menurut Puntodewi, Kementerian Perdagangan terus menyediakan berbagai fasilitas guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk nasional. Fasilitas tersebut antara lain melalui program misi dagang, pameran internasional, business matching, hingga peningkatan kapasitas eksportir terkait pemenuhan standar mutu internasional.