WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara resmi memulai restrukturisasi besar terhadap PT Danareksa (Persero).
Langkah ini mendapat respons positif dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran karena dinilai sebagai strategi penting dalam memperjelas arah bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan negara.
Baca Juga:
UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa transformasi Danareksa menjadi entitas asset management murni merupakan keputusan tepat yang akan memperkuat struktur industri keuangan nasional.
“Langkah ini menunjukkan keberanian pemerintah dalam melakukan penataan fundamental terhadap BUMN agar lebih fokus, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Tohom, Minggu (3/5/2026).
Ia melihat pemisahan atau spin-off anak usaha yang tidak selaras sebagai strategi penting untuk menghilangkan beban lintas sektor yang selama ini menghambat kelincahan perusahaan.
Baca Juga:
Perkuat Hilirisasi Nasional, MARTABAT Prabowo-Gibran: BUMN Manufaktur dan Farmasi Jadi Motor Lompatan Ekonomi
Menurutnya, dengan fokus tunggal pada pengelolaan aset, Danareksa akan memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan nilai investasi negara secara profesional dan terukur.
“Ketika fokus bisnis dipersempit namun diperdalam, justru di situlah kekuatan utama akan terbentuk dan menghasilkan efisiensi yang nyata,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa konsolidasi Manajer Investasi Himbara di bawah satu payung Danareksa akan menciptakan kekuatan baru dalam pengelolaan dana besar yang terintegrasi.