WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah melalui Danantara yang mulai masuk sebagai pemegang saham dalam ekosistem aplikator ojek online (ojol).
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital sekaligus menciptakan keseimbangan baru antara kepentingan pengemudi, perusahaan, dan konsumen.
Baca Juga:
Dorong Integrasi Sistem dan Standarisasi Perusahaan BUMN Sektor Logistik, MARTABAT Prabowo-Gibran: Harus Terpadu dan Efisien
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa masuknya Danantara membuka ruang bagi negara untuk hadir secara lebih aktif dalam mengatur industri strategis berbasis teknologi.
“Ini bukan hanya soal kepemilikan saham, tetapi bagaimana negara memiliki instrumen untuk memastikan keadilan ekonomi di sektor digital yang selama ini sangat kompetitif dan cenderung tidak stabil,” ujar Tohom, Minggu (3/5/2026).
Ia menilai wacana Golden Share menjadi terobosan penting karena memberikan hak kendali strategis tanpa harus menjadi pemegang saham mayoritas.
Baca Juga:
Reformasi BUMN Lewat Danantara, MARTABAT Prabowo-Gibran: Rekrut Profesional Kunci Cegah Korupsi
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat mengarahkan kebijakan tarif, komisi, hingga perlindungan mitra pengemudi tanpa mengganggu fleksibilitas bisnis perusahaan.
Menurut Tohom, potensi merger antara GOTO dan Grab harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas, bukan hanya soal dominasi pasar.
“Jika dikelola dengan benar, konsolidasi ini justru bisa menciptakan efisiensi, mengakhiri praktik bakar uang, dan menghadirkan platform nasional yang kuat serta berkelanjutan,” katanya.