Indonesia dan Chile saat ini telah memiliki kerja sama perdagangan melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Perjanjian tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Cile maupun kawasan Amerika Latin secara lebih luas.
Bayu menjelaskan, salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan IC-CEPA adalah industri alat kesehatan.
Baca Juga:
RI Catat Potensi Transaksi USD 3,5 Juta di Global Sourcing Expo Sydney 2026
“Pemanfaatan IC-CEPA tidak hanya membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Cile, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk ke kawasan Amerika Latin. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, dan ketentuan perdagangan yang berlaku agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal dan berkelanjutan,” kata Bayu.
Selain itu, Bayu optimistis partisipasi Meksiko dalam business networking kali ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun jejaring bisnis sekaligus memetakan kebutuhan serta preferensi pasar di negara tersebut.
Menurut dia, posisi strategis Mexico dalam rantai pasok global menjadikannya salah satu pintu masuk potensial bagi produk Indonesia. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penetrasi produk bernilai tambah Indonesia ke pasar internasional, termasuk ke United States melalui rantai produksi global.
Baca Juga:
Produk Herbal Indonesia Tembus Arab Saudi, Raih Kesepakatan Ekspor Perdana Rp2,5 Miliar
Melalui kegiatan business networking ini, Kemendag berharap pelaku usaha Indonesia dapat memperluas jaringan dagang, meningkatkan pemanfaatan perjanjian perdagangan yang telah ada, serta memperkuat posisi produk nasional di pasar global, khususnya di kawasan Afrika dan Amerika Latin yang terus menunjukkan potensi pertumbuhan.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.