“Business matching ini menjadi jembatan konkret bagi pelaku usaha Indonesia untuk terhubung dengan mitra Jepang, khususnya dalam sektor ekonomi hijau yang memiliki prospek besar. Kami mendorong agar pertemuan ini menghasilkan kerja sama nyata, baik dalam bentuk investasi, perdagangan, maupun alih teknologi,” ujar Sugih.
Menurut Sugih, Jepang merupakan mitra strategis karena memiliki keunggulan pada aspek teknologi maju, efisiensi industri, serta komitmen tinggi terhadap sustainability dan praktik ekonomi sirkular. Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan transisi energi.
Baca Juga:
Perkuat Posisi Produk Furnitur di Pasar Eropa, ITPC Milan Gelar Post-Event Salone del Mobile 2026
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendorong transfer teknologi dalam pengelolaan limbah menjadi energi, sistem pengelolaan sampah perkotaan, serta praktik industri berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia.
Salah satu peserta business matching, perwakilan PT Rafandra Eternal Nusantara, Elisabeth, mengatakan partisipasi dalam forum tersebut membuka peluang baru bagi perusahaannya untuk memperluas pasar produk ramah lingkungan ke Jepang.
Perusahaan tersebut memproduksi kerajinan berbahan limbah pembibitan gambas (luffa) yang diolah menjadi spons alami sebagai alternatif pengganti spons plastik. Produk mereka sebelumnya telah menembus pasar ekspor seperti Korea Selatan, Italia, dan sejumlah wilayah di Amerika Serikat melalui platform digital.
Baca Juga:
Puncak Peringatan Harkonas 2026, Mendag Busan: Konsumen Berdaya, Kunci Daya Saing Nasional
“Pertemuan langsung dengan calon mitra Jepang memberikan nilai tambah dibandingkan forum sebelumnya yang umumnya dilakukan secara daring. Sejumlah perusahaan Jepang menunjukkan ketertarikan, khususnya untuk kebutuhan riset dan pengembangan,” ujar Elisabeth.
Ia juga mengapresiasi fasilitasi Kemendag, termasuk melalui program Export Coaching Program (ECP) Jawa Timur 2026 yang dinilai membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Selain itu, Chief Financial Officer (CFO) Parongpong Raw Lab, Veran, menilai forum business matching membuka peluang kolaborasi baru dengan perusahaan Jepang yang memiliki perhatian tinggi terhadap isu lingkungan, terutama sektor kelautan.