WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Atase Perdagangan (Atdag) RI dan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington D.C. kembali berpartisipasi dalam pameran boga bahari internasional Seafood Expo North America (SENA) 2026. Ajang tersebut akan berlangsung pada 15–17 Maret 2026 di Thomas M.
Menino Convention and Exhibition Center, Boston, Amerika Serikat.
Partisipasi Indonesia pada pameran boga bahari terbesar di Amerika Utara ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan produk perikanan nasional mampu memenuhi standar keamanan pangan, mutu, serta prinsip keberlanjutan yang diakui secara internasional.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Reformasi Pertanian WTO Jelang KTM ke-14 di Kamerun
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan unggulan ekspor Indonesia, khususnya komoditas udang.
“Keikutsertaan pada ajang boga bahari terbesar di Amerika Utara tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan unggulan ekspor Indonesia, khususnya udang. Partisipasi ini juga menegaskan kesiapan industri perikanan nasional dalam memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip keberlanjutan di pasar internasional,” ujar Puntodewi.
Dalam pameran tersebut, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia yang menempati stan nomor 2664 dengan luas area sekitar 55,7 meter persegi. Sejumlah pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) serta Asosiasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Indonesia (AP2HI).
Baca Juga:
Polda Jambi bersama Satgas Pangan Pantau Harga Sembako di Pasar Angso Duo, Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri
Beragam produk unggulan perikanan Indonesia akan ditampilkan, di antaranya udang, tuna segar dan beku, ikan olahan, cumi, sotong, gurita, serta berbagai jenis ikan demersal.
Menurut Puntodewi, kehadiran Paviliun Indonesia dalam SENA 2026 juga mendorong penguatan praktik perikanan berkelanjutan, peningkatan sistem ketertelusuran (traceability), serta penerapan tata kelola rantai pasok yang transparan dan bertanggung jawab.
“Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen boga bahari utama dunia,” kata Puntodewi.
SENA 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 20.000 profesional industri boga bahari global dan diikuti peserta dari sekitar 51 negara, antara lain Kanada, Tiongkok, Cile, Ekuador, Vietnam, India, Norwegia, Jepang, Islandia, Spanyol, Thailand, dan Skotlandia.
Selain menampilkan berbagai produk unggulan, Paviliun Indonesia juga akan menggelar kegiatan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon pembeli potensial. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang transaksi dan kontrak dagang bagi pelaku usaha Indonesia.
Para peserta juga akan mengadakan kegiatan sampling dan uji rasa (food test) bagi pengunjung pameran untuk memperkenalkan secara langsung kualitas serta cita rasa produk perikanan Indonesia kepada pasar internasional.
[Redaktur: Alpredo]