Meski demikian, industri pengolahan susu nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan integrasi antara sektor hulu dan hilir, skala usaha peternakan rakyat yang relatif kecil, produktivitas ternak yang masih perlu ditingkatkan, serta keterbatasan infrastruktur rantai dingin dan sistem logistik.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin terus mendorong penguatan kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak sapi perah, peningkatan kualitas Susu Segar Dalam Negeri (SSDN), serta penerapan teknologi digital pada Tempat Penampungan Susu (TPS).
Baca Juga:
Industri Perhiasan Nasional Terus Tumbuh, Kemenperin Perkuat Daya Saing dan Ekspor
Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa program tersebut memberikan insentif berupa penggantian sebagian biaya atau reimbursement hingga 35 persen atas pembelian mesin dan peralatan baru.
"Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh industri pengolahan susu maupun koperasi dan kelompok peternak yang menjadi mitra industri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk," ujar Merri.
Baca Juga:
Indonesia dan Tajikistan Perkuat Kerja Sama Industri, Bidik Kolaborasi Mineral Kritis hingga Industri Halal
Menurut dia, peringatan Hari Susu Nusantara menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peternak, koperasi, industri pengolahan susu, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor persusuan nasional.
Sinergi yang kuat antar-pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri pengolahan susu nasional.
Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin mengajak seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat kemitraan dan membangun ekosistem persusuan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan gizi masyarakat, serta memperkuat industri nasional.