WahanaNews.co, Jakarta -
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat program hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun dan memperkuat Sentra IKM Olahan Pisang serta Sentra IKM Tenun di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengembangan sentra tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal, memperluas lapangan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
Baca Juga:
Dedikasi Tiga Dekade Berbuah Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan sentra IKM menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional yang bertumpu pada potensi daerah.
"Melalui dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sentra IKM diharapkan menjadi pusat produksi, inovasi, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang memiliki daya saing," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (5/7).
Agus menjelaskan, Kemenperin terus mendorong pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki sehingga program pembinaan industri dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga:
Indonesia Eksportir Tembakau Terbesar ke-6 Dunia, Cukai Rokok Sumbang Rp226 Triliun
"Kementerian Perindustrian terus mengajak pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki sehingga pembinaan industri dapat dilakukan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memaksimalkan pengembangan sektor industri secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain pembangunan, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap sentra IKM yang telah dibangun agar dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami memastikan agar sentra IKM yang dibangun melalui dukungan pemerintah benar-benar mampu memberi nilai tambah terhadap bahan baku lokal, membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Agus.
Salah satu daerah yang memperoleh dukungan pengembangan sentra IKM adalah Kabupaten Manggarai Timur melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perindustrian Tahun 2022. Daerah tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pengolahan pisang menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti keripik, sale pisang, tepung pisang, puree, bolu, cookies, hingga berbagai produk oleh-oleh khas daerah.
Menurut Agus, pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang merupakan implementasi strategi hilirisasi komoditas lokal yang terus didorong pemerintah.
"Pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti pisang, jagung, singkong, sorgum, dan berbagai komoditas lokal lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, hilirisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal yang mendorong peningkatan produksi pangan lokal, pengembangan industri pengolahan skala kecil dan menengah, serta perluasan akses pasar produk pangan nasional.
Agus menilai, peningkatan nilai tambah komoditas hanya dapat dicapai apabila proses pengolahan dilakukan sedekat mungkin dengan sumber bahan bakunya sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
"Kita perlu membangun produk antara atau intermediate product sedekat mungkin dengan sentra bahan baku agar nilai tambah dinikmati oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah," tutupnya.
Sumber: Kemenperin
[Redaktur: Jupriadi]