Transformasi tersebut mencakup penyederhanaan proses bisnis, penguatan digitalisasi, serta pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.
“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” tutur Darmawan.
Baca Juga:
Sering Disangka Pulsa, Begini Mekanisme Token Listrik Prabayar
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi listrik pada 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan energi di berbagai sektor, seiring menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan rumah tangga di seluruh Indonesia.
“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Adi.
Berdasarkan data PLN, sektor rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik nasional.
Baca Juga:
Hujan Lebat dan Banjir Mengintai, PLN Minta Masyarakat Perhatikan Keselamatan Listrik
Petugas PLN sedang melayani pelanggan rumah tangga di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Hadirnya listrik yang andal tentunya dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sepanjang 2025, konsumsi listrik rumah tangga mencapai 133,41 TWh, tumbuh 3,2 persen secara YoY atau meningkat 4,09 TWh dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut berkontribusi sekitar 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional.
Di sisi lain, konsumsi listrik sektor industri tercatat sebesar 93,35 TWh atau tumbuh 2,5 persen secara tahunan, setara dengan peningkatan 2,31 TWh.