WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan kabar terbaru usai pengeksekusian Hotel Sultan sejak (18/6/2026) lalu. . Saat ini masih dalam tahap pengosongan.
"Sekarang sedang proses pengosongan, karena memang kita menyepakati kurang lebih butuh waktu sekitar satu bulan ya untuk pengosongan aset-asetnya," kata Prasetyo, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga:
Digugat Rp14,5 Triliun, PPKGBK Lawan Klaim Ahli Waris Lahan Hotel Sultan
Adapun terkait proses penyerahan operasi kepada Danantara, dalam hal ini Injourney saat ini masih dalam tahap pembicaraan.
"Kita sedang dalam proses, sudah beberapa kali rapat dengan teman-teman Danantara, untuk kemudian ke depan supaya pengelolaan hotelnya bisa lebih optimal sebagaimana yang tahun lalu juga JCC itu sudah habis kontraknya kemudian tidak kita perpanjang, dan ternyata itu secara signifikan menambah PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) kita," katanya.
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Prasetyo menjelaskan peruntukan Hotel Sultan yang baru masih dirapatkan dengan Danantara. Dia berharap dengan perpindahan pengelolaan itu pemasukan negara bisa semakin bertambah.
Baca Juga:
Gedung Hotel Sultan Akan Dirobohkan, Danantara Ungkap Mau Bikin Ini!
"Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan negara," katanya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.