WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) semakin memperkuat kolaborasi internasional dalam upaya meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Langkah ini ditegaskan melalui penyerahan dokumen partnership agreement bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS) dalam ajang PLN Sustainability Day 2026 yang mengusung tema “Empowering Climate Resilience” di Jakarta, Kamis (30/04/2026).
Baca Juga:
Dukung Operasional Data Center Microsoft, PLN Selesaikan Proyek Listrik di Cikarang dan Karawang
Kerja sama tersebut mencakup kajian serta dukungan implementasi program transisi energi nasional.
Fokusnya meliputi penyusunan strategi transformasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan jaringan listrik cerdas (smart grid), penerapan Energy Storage System (ESS), hingga berbagai studi yang mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat peralihan menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN dan Kemendes PDT Perkuat Sinergi Dorong Desa Mandiri Berbasis Energi
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan global yang kuat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ia menilai sinergi lintas negara dan lembaga internasional menjadi kunci dalam menciptakan solusi konkret sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional serta ketahanan ekonomi jangka panjang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) bersama Head of the United Nations Resident Coordinator's Office, Matthew David Johnson-Idan (kiri), dan Ketua Harian Tim Khusus Perancangan Aksi Transisi Energi Nasional (PATEN), Edo Mahendra (kanan) menyaksikan penyerahan dokumen Partnership Agreement antara The United Nations Office for Project Services (UNOPS) dan PLN tentang Kajian dan Dukungan Kegiatan Transisi Energi yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi (tengah) kepada Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership UNOPS, John Cotton (kedua dari kiri).
“PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," tutur Darmawan.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan global merupakan elemen penting dalam perjalanan transisi energi Indonesia.
Menurutnya, perubahan iklim merupakan isu lintas batas yang dampaknya dirasakan secara universal, sehingga membutuhkan kerja sama internasional yang solid.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat memberikan sambutan pada acara PLN Sustainability Day 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Ia menyampaikan, lewat Sustainability Day ini, diharapkan sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dalam mendorong transisi energi berkelanjutan dan mengatasi tantangan perubahan iklim semakin padu.
"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia,” tegas Darmawan.
Sementara itu, Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan transformasi sektor energi Indonesia dengan dukungan global.
Ia menilai pendekatan berbasis kajian, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas akan menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program prioritas di sektor energi.
“Perjanjian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan ETP dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia yang ambisius. PLN merupakan penggerak utama dalam transformasi ini. Melalui kemitraan ini kami bertujuan untuk memberikan dukungan strategis, teknis, dan praktis yang memungkinkan percepatan pengembangan energi bersih serta kesiapan jaringan listrik. Bersama-sama, kami berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan Indonesia,” ucap John.
Head of the United Nations Resident Coordinator’s Office, Matthew David Johnson-Idan, turut memberikan apresiasi atas langkah progresif PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement.
Upaya tersebut tercermin dalam target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.
Menurut Matthew, transisi menuju energi bersih tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menjadi strategi utama dalam meningkatkan ketahanan energi dan daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Head of the United Nations Resident Coordinator's Office, Matthew David Johnson-Idan menyampaikan apresiasi atas langkah progresif PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia pada Paris Agreement, baik melalui Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 maupun target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
"Dalam peta jalan transisi energi nasional, peran PLN sangat krusial. PLN bukan sekadar penyedia listrik, melainkan institusi garda terdepan yang menerjemahkan ambisi iklim Indonesia menjadi aksi nyata melalui ekspansi energi terbarukan, modernisasi jaringan (smart grid), dan penguatan efisiensi energi secara masif," ujar Matthew.
Ia juga menegaskan kesiapan United Nations untuk terus mendukung PLN melalui berbagai skema kolaborasi strategis, termasuk pembiayaan inovatif guna mempercepat investasi di sektor energi bersih.
Ilustrasi petugas PLN sedang mengecek progres pembangunan headrace tunnel sebagai jalan masuk utama air sebelum masuk ke powerhouse dan menggerakkan turbin pada salah satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Secara kontinyu, PLN terus melakukan penguatan infrastruktur transisi energi melalui peningkatan utilisasi energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Dalam konteks ini, United Nations siap mendukung PLN dalam memobilisasi pasar modal, termasuk melalui instrumen seperti penerbitan obligasi korporasi, pembiayaan campuran (blended finance), dan mekanisme berbagi risiko yang dapat mendorong investasi swasta jangka panjang sekaligus menjaga nilai publik," kata Matthew.
PLN Sustainability Day 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri guna menyatukan visi dalam mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, ajang ini menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan fondasi penting dalam mendorong keberhasilan transisi energi nasional.
Melalui sinergi dengan mitra global, PLN optimistis dapat memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus membangun sistem kelistrikan yang tangguh, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.
Upaya ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan bagi Indonesia (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]