WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan berbagai barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan harga komoditas pangan tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan (HA).
Dalam kunjungannya, Budi Santoso menyampaikan bahwa harga minyak goreng rakyat MINYAKITA di wilayah Sumatera dan Jawa masih terjaga mendekati bahkan sesuai dengan HET sebesar Rp15.700 per liter. Namun demikian, ia mengakui harga MINYAKITA di wilayah Maluku dan Papua masih relatif tinggi akibat kendala distribusi.
Baca Juga:
Puncak Peringatan Harkonas 2026, Mendag Busan: Konsumen Berdaya, Kunci Daya Saing Nasional
“Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ujar Budi Santoso.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional, Kementerian Perdagangan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan serta badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan.
Menurut Budi Santoso, distribusi minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO) oleh BUMN Pangan saat ini telah melampaui target.
Baca Juga:
Mendag Resmikan IPBA, Perkuat Sinergi Ekonomi Indonesia-Filipina di Usia 75 Tahun Hubungan Diplomatik
“Minimal 35 persen dan pada prinsipnya produsen tidak ada masalah. Artinya, kalau melebihi 35 persen tidak apa-apa. Sekarang sudah lebih dari 50 persen minyak goreng DMO yang tersalurkan melalui BUMN Pangan. Semoga semua lancar dan masalah distribusi di Papua serta Maluku cepat selesai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa MINYAKITA bukan minyak goreng subsidi, melainkan bagian dari skema DMO sebagai bentuk komitmen pelaku usaha memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Selain itu, Kemendag disebut terus memantau perkembangan harga bapok di 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi melalui dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional saat ini aman dengan stok yang mencukupi. Ia meminta Perum Bulog untuk terus memasok MINYAKITA ke daerah-daerah yang harga jualnya masih tinggi, termasuk Papua dan Maluku.
Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas dijual sesuai bahkan di bawah HET dan HA. Beras SPHP Bulog dijual Rp12.500 per kilogram, MINYAKITA Rp15.700 per liter, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp55.000 per kilogram, serta bawang putih honan Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng premium dijual Rp21.000 per liter dan tepung terigu Rp12.000 per kilogram. Adapun harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp60.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Palmerah, Eko, mengatakan dirinya menjual MINYAKITA kemasan dua liter seharga Rp31.400 atau sesuai HET. Ia berharap stok minyak goreng rakyat tersebut tetap tersedia agar masyarakat mudah mendapatkannya.
“Saya inginnya stok ada terus,” ujar Eko.
Pedagang lainnya, Anwar, menjual minyak goreng premium berbagai merek seharga Rp21.000 per liter. Selain itu, ia juga menjual telur ayam ras Rp27.000 per kilogram atau di bawah HET. Menurutnya, stabilitas harga sangat penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Kalau bisa harganya terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” kata Anwar.
[Redaktur: Jupriadi]