WahanaNews.co, Aceh - Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau secara langsung proses pemulihan Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat, (9/1). Ia mengatakan, Kementerian Perdagangan terus fokus pada pemulihan pasar-pasar terdampak untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat pascabencana.
Pasar Kuala Simpang merupakan salah satu pasar rakyat yang terdampak
bencana banjir pada November 2025.
Baca Juga:
Harga Minyakita Rp16.700 per Liter, Pemerintah Pertimbangkan Revisi HET
“Hari ini kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah terdampak bencana terus terjaga,” ujar Mendag Busan.
Pasar Kuala Simpang merupakan pasar terbesar yang menjadi pusat perdagangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar yang berdiri sejak 1982 ini menampung sebanyak 295 pedagang yang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Untuk mendukung percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang, pada Rabu, (31/12), Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyerahkan bantuan berupa 100 unit tenda darurat untuk menjadi tempat berjualan para pedagang selama proses pemulihan berjalan.
Baca Juga:
Dorong Pemerataan Distribusi MINYAKITA, Kemendag Lakukan Pengawasan Distribusi di Wilayah Indonesia Timur
“Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar,” imbuh Mendag Busan.
Selain Pasar Kuala Simpang, Kemendag melalui Kemendag Peduli telah menyerahkan bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada (1/12), (13/12), dan (22/12).
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum.