WahanaNews.co, Lombok - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (29/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dody meminta seluruh pihak terkait mempercepat pekerjaan konstruksi agar sekolah dapat segera difungsikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Baca Juga:
Kementerian PU Catat Kemajuan Signifikan Program Prioritas Presiden hingga Mei 2026
Menurut Dody, pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara menjadi salah satu prioritas di NTB karena memiliki kesiapan lahan dan progres pembangunan yang lebih baik dibandingkan sejumlah lokasi lainnya.
“Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB. Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini,” ujar Dody saat meninjau lokasi proyek.
Ia mengungkapkan, percepatan pembangunan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga Jumat (29/5/2026), progres fisik pembangunan tercatat telah mencapai 45,42 persen.
Baca Juga:
Fakta Persidangan Ungkap Bayu Sugara Tinggalkan Lokasi Sebelum Penusukan, Kuasa Hukum Minta Hakim Objektif Menilai Perkara
“Bagus, keren. Progresnya melesat. Saya surprise, tidak menyangka secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan dukungan TNI serta teman-teman di lapangan,” kata Dody.
Dody juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang turut membantu percepatan pembangunan melalui dukungan personel dan koordinasi di lapangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam penyelesaian program prioritas nasional tersebut.
“Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan. Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai,” tuturnya.
Selain itu, Dody mengapresiasi komitmen penyedia jasa lokal yang tetap bekerja maksimal untuk memenuhi target pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera. Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga,” ujarnya kepada penyedia jasa.
Sekolah Rakyat Provinsi NTB dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi. Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Pembangunan proyek dengan nilai kontrak Rp 241,97 miliar yang bersumber dari APBN tersebut terus dipercepat melalui penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja dua hingga tiga shift, percepatan pengadaan material, serta optimalisasi metode konstruksi.
Kementerian PU menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat NTB dapat segera difungsikan sehingga mampu mendukung peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
[Redaktur: Jupriadi]