Menurut Huda, aspek pengasuhan menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan sekolah berasrama sehingga desain kawasan dan keterhubungan antar ruang perlu dirancang secara optimal untuk mendukung pembinaan peserta didik.
"Sekolah berasrama memiliki basis utama pada pengasuhan. Karena itu, desain kawasan dan integrasi antar ruang harus mampu mendukung proses pembinaan peserta didik secara maksimal," ujar Huda.
Baca Juga:
Dody Hanggodo Optimistis Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Subulussalam Segera Fungsional
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan lahan yang akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial serta pelaksanaan asesmen calon peserta didik.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung penuh program ini karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan," kata Endin.
Kompleks Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 bangunan yang mencakup ruang kelas, asrama siswa dan guru, fasilitas olahraga, kantin, serta berbagai sarana penunjang lainnya. Mengingat keterbatasan lahan yang tersedia, sejumlah fasilitas dirancang secara multifungsi untuk mendukung berbagai aktivitas pembelajaran maupun kegiatan siswa.
Baca Juga:
Dinsos Kaltim Penuhi Kuota 210 Peserta Didik Sekolah Rakyat Samarinda
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan berbagai pemangku kepentingan, pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga siap mendukung kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.