Perolehan ini semakin spesial dengan dianugerahinya Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo sebagai 'Green Leadership PROPER' atas perannya dalam mendorong transformasi menuju sustainable utility sekaligus mempercepat transisi energi Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyerahkan penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4/2026), menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan indikator nyata kinerja perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatra, Lebih dari 8,3 Juta Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyerahkan penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4/2026), menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan indikator nyata kinerja perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan predikat yang kami berikan ini mampu mendorong kinerja kita semua dalam berkiprah di tingkat nasional maupun dalam kontestasi dunia usaha di internasional," ucap Hanif.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi, agar predikat Emas tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, melainkan standar dalam operasional perusahaan ke depan.
Baca Juga:
Dukung Transisi Energi Bersih, PLN Hadirkan SPKLU Center Modern di Tanjung Priok
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PKKL) KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, menambahkan bahwa jumlah peserta PROPER 2025 mencapai 5.476 perusahaan, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
“PROPER merupakan program penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dan juga untuk mendorong perusahaan-perusahaan menjadi lebih dari patuh ataupun beyond complience,” jabar Rasio.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas arah transformasi PLN yang semakin progresif dalam mengedepankan aspek lingkungan.