WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus mendorong masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi listrik beserta berbagai komponen yang memengaruhi besaran pembayaran listrik setiap bulan.
Melalui edukasi ini, pelanggan diharapkan dapat mengatur penggunaan listrik secara lebih bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga:
PLN: Beli Token dan Cek Riwayat Kini Bisa Lewat PLN Mobile
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan literasi energi masyarakat agar pelanggan tidak hanya memahami tarif listrik, tetapi juga mengetahui faktor-faktor lain yang memengaruhi nominal tagihan maupun pembelian token listrik.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa nominal pembayaran listrik pelanggan dapat berbeda pada setiap periode transaksi.
Hal itu dipengaruhi oleh tingkat pemakaian energi listrik serta sejumlah komponen biaya lain yang berlaku sesuai ketentuan di masing-masing daerah.
Baca Juga:
PLN Perkuat Dekarbonisasi Transportasi melalui Kampanye Green Future Powered Today
Ilustrasi pelanggan tengah memanfaatkan fitur SwaCAM di aplikasi PLN Mobile untuk mencatat stand meter listrik secara mandiri pada tanggal 23 hingga 27 setiap bulannya. Fitur ini memudahkan pelanggan pascabayar dalam memantau pemakaian listrik dan memperkirakan tagihan dengan lebih jelas.
“PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius.
Menurutnya, tarif listrik rumah tangga hingga saat ini masih tetap dan tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022.