Selain AntreEV, PLN juga mengoptimalkan fitur Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan perjalanan arus balik secara lebih matang.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menyusun rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, estimasi kebutuhan pengisian daya, serta mengetahui lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.
Baca Juga:
Tren Kendaraan Listrik Meningkat, Transaksi SPKLU Tembus 300 Ribu Selama RAFI 2026
Ilustrasi Petugas PLN tengah memberikan edukasi terkait manfaat fitur Trip Planner di dalam aplikasi PLN Mobile kepada pengguna kendaraan listrik di salah satu SPKLU.
Perencanaan yang terukur sejak awal diharapkan mampu meminimalkan risiko antrean panjang dan penumpukan kendaraan di satu titik pengisian.
Dalam rangka mendukung kesiapsiagaan layanan selama periode Nataru, PLN menyiagakan sebanyak 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia, dengan dukungan 5.190 personel.
Baca Juga:
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tetap
Khusus di jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU, meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile yang disebar di titik-titik strategis guna mengantisipasi kondisi darurat maupun lonjakan pengguna kendaraan listrik.
Tak hanya itu, tersedia pula 117 posko siaga SPKLU yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah untuk beristirahat sejenak sambil melakukan pengisian daya kendaraan.