”Dengan sistem yang lebih matang, digital, dan teruji, kami optimistis pergantian tahun baru 2026 akan berlangsung aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami untuk menjalankan arahan Pemerintah dalam memberikan layanan kelistrikan yang prima bagi masyarakat, khususnya di momen spesial seperti malam pergantian tahun,” ujar Darmawan.
Guna mengamankan pasokan listrik pada malam Tahun Baru 2026, lanjut Darmawan, PLN mengerahkan sebanyak 69 ribu personel yang disiagakan di 3.402 posko serta didukung oleh 137 command center yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Pengisian Kendaraan Listrik Melonjak Tajam, PLN Catat Rekor Baru Selama Nataru 2025/2026
Seluruh petugas dibekali peralatan pendukung yang lengkap, mulai dari 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 Unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 mobil operasional, hingga 4.412 unit sepeda motor operasional.
Ilustrasi Petugas PLN Nusantara Power bersiaga mengontrol operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang yang memasok listrik ke sistem Jawa, Madura, dan Bali.
”Khusus untuk malam tahun baru, seluruh petugas PLN saat ini dalam kondisi siaga di seantero Indonesia. Pada malam ini, tentu saja kami juga terus mengawal pasokan listrik di 2.615 titik pusat-pusat keramaian dan layanan publik, sehingga perayaan tahun baru 2026 bisa berjalan dengan lancar,” sebut Darmawan.
Baca Juga:
Pakai EV Saat Liburan Nataru, Pengguna Akui Perjalanan Lebih Menyenangkan
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di masa pergantian tahun, PLN telah melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya melalui asesmen risiko dan pemeliharaan menyeluruh di seluruh lini operasional.
PLN juga memastikan kesiapan protokol anti blackout agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan efektif.
Selain itu, PLN terus memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).