WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan keberhasilannya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian positif sebelumnya saat pengamanan pasokan listrik pada perayaan Natal 2025.
Baca Juga:
PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Saat Pergantian Tahun, Cadangan Daya Capai 70,8 GW
Selama periode tersebut, berbagai pusat keramaian dan lokasi strategis di seluruh Indonesia terpantau bebas dari gangguan listrik, sehingga masyarakat dapat merayakan momen pergantian tahun dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan kelistrikan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam melaksanakan arahan Pemerintah untuk memberikan layanan kelistrikan yang andal dan berkualitas bagi masyarakat.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN Unit Induk Distribusi Bali melaksanakan pemeliharaan jaringan tanpa padam sebagai upaya menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Masjid Pascabencana di Lima Kabupaten Aceh
“Alhamdulillah, kami bersyukur secara umum sistem kelistrikan dapat terjaga dengan baik untuk mendukung aktivitas masyarakat pada perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Sehingga masyarakat dapat merayakan momen tersebut dengan lancar serta menikmati kebersamaan dan kehangatan bersama keluarga,” ujar Darmawan.
Darmawan menjelaskan bahwa pada malam pergantian tahun, tepatnya 31 Desember 2025, beban puncak konsumsi listrik nasional mencapai sekitar 40,23 gigawatt (GW), atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, pada malam Natal 24 Desember 2025, konsumsi listrik tercatat mencapai 44,5 GW, meningkat sebesar 5,5 GW dari periode sebelumnya.
Dengan daya mampu pembangkit nasional yang mencapai 70,8 GW, sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai untuk menghadapi lonjakan konsumsi listrik.
Petugas PLN melakukan pengecekan jaringan listrik di salah satu titik prioritas di Kota Medan, Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, sehingga masyarakat dapat merayakan momen pergantian tahun baru 2026 dengan aman dan nyaman.
“Berbagai persiapan telah kami lakukan sejak jauh hari dengan perencanaan yang lebih matang dibanding tahun sebelumnya, termasuk pemanfaatan sistem digital dalam pemantauan dan pengendalian operasi, serta memastikan seluruh personel PLN dalam kondisi siaga di berbagai wilayah Indonesia,” sebut Darmawan.
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan bahwa status siaga kelistrikan akan terus diberlakukan hingga 8 Januari 2026.
Selama periode tersebut, seluruh elemen PLN tetap berkomitmen untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional agar tetap berada dalam kondisi prima.
Pada perayaan Natal 2025, PLN mencatat sebanyak 6.242 gereja prioritas menjadi fokus utama pengamanan pasokan listrik.
Selain itu, dalam rangka menyambut malam Tahun Baru 2026, PLN juga melakukan pengamanan di 879 lokasi prioritas yang meliputi bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta titik-titik utama perayaan Tahun Baru di berbagai daerah.
Personel teknis PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bogor saat melakukan pengujian pada aset transmisi di Gardu Induk (GI) Sentul sebagai bagian dari rangkaian pemeliharaan rutin sekaligus langkah preventif untuk memastikan pasokan listrik tetap andal dan stabil selama periode Nataru 2025/2026.
"Seluruh unit PLN melaporkan bahwa semua lokasi prioritas terjaga secara optimal tanpa gangguan kelistrikan. PLN akan melaksanakan siaga hingga akhir periode yang direncanakan, dan terus melakukan pemantauan sistem secara berkelanjutan di seluruh wilayah," tutur Darmawan.
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Nataru, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang disiagakan di 3.402 posko dan didukung oleh 137 command center di seluruh Indonesia.
Personel tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 mobil operasional, serta 4.412 unit motor operasional.
Sebelumnya, PLN juga telah memastikan seluruh rantai pasok kelistrikan, mulai dari penyediaan energi primer, pembangkitan, transmisi, hingga distribusi, berada dalam kondisi siap operasi.
PLN turut mengantisipasi berbagai potensi risiko, termasuk cuaca ekstrem, dengan menyiapkan sistem pengamanan berlapis serta prosedur penanganan gangguan yang cepat, responsif, dan terkoordinasi.
“Secara umum, kondisi sistem kami siapkan dalam keadaan prima. Sejak awal, PLN melakukan pemeliharaan preventif dan berkoordinasi intensif dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sehingga informasi prakiraan cuaca dapat langsung dimonitor melalui control center untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan terukur,” pungkas Darmawan. (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]