WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah kembali pulih sepenuhnya pascabencana alam yang sempat mengganggu keandalan pasokan listrik.
Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali seluruh gardu induk (GI) yang ada di wilayah Aceh, sebanyak 20 GI, sehingga sistem kelistrikan utama kembali berfungsi secara normal dan stabil.
Baca Juga:
Cegah Gangguan Listrik, PLN Amankan SUTT Bireuen–Takengon dari Ancaman Longsor
Pemulihan kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sektor pembangkitan dan jaringan transmisi.
Salah satu tonggak penting dalam proses ini adalah kembalinya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang berperan strategis dalam memastikan pasokan listrik dapat disalurkan secara optimal ke seluruh gardu induk di Aceh.
Dengan seluruh GI yang telah beroperasi normal, PLN selanjutnya memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik hingga ke pelanggan.
Baca Juga:
Konsumsi Listrik Nasional 2025 Tumbuh 3,75 Persen, PLN Catat Penjualan 317,69 TWh
Prioritas diberikan kepada wilayah-wilayah dengan tantangan geografis serta akses yang masih terbatas akibat dampak bencana.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa sesuai arahan Pemerintah, PLN terus mengakselerasi pemulihan kelistrikan pascabencana agar listrik dapat segera kembali dinikmati masyarakat secara menyeluruh.
Petugas PLN sedang memperbaiki konstruksi jaringan listrik di Desa Lubuk Sibuk, Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Jaringan listrik ini merupakan salah satu yang terdampak oleh banjir dan tanah longsor yang sempat melanda wilayah tersebut.