"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Aceh yang ikut merasakan duka mereka. Melalui para relawan, kami ingin menyalurkan energi kebahagiaan dan harapan agar warga, terutama anak-anak, tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit ini," ungkap Darmawan.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan relawan PLN adalah pemulihan psikososial anak-anak melalui berbagai aktivitas interaktif, permainan sederhana, serta kegiatan ringan yang bersifat edukatif.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tekuk BJB Tandamata 3-0, Asa Final Four Proliga 2026 Terjaga
Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi trauma dan membangun kembali kepercayaan diri anak-anak.
"Anak-anak adalah masa depan. Trauma yang mereka alami harus segera kita hapus dengan kasih sayang dan interaksi yang tulus. Kami ingin memastikan bahwa meski sedang di pengungsian, mereka tetap bisa bermimpi dan tersenyum kembali," tambahnya.
Selain pendampingan psikososial, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa relawan PLN juga bersama warga melaksanakan kegiatan bakti lingkungan.
Baca Juga:
PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA Sepanjang 2025, Dorong Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan
Kegiatan tersebut meliputi pembersihan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, serta rumah ibadah agar kehidupan sosial dan spiritual masyarakat dapat segera pulih.
Tak hanya itu, PLN juga menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, mulai dari bahan pangan, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan lainnya bagi warga terdampak di lokasi pengungsian.
Relawan PLN bersama personel polisi bahu membahu membersihkan kasur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur. Rumah sakit dan fasilitas umum lain juga menjadi fokus pembersihan para relawan PLN yang terjun di 6 lokasi dalam Employee Volunteering Program sejak 18 Desember 2025.