WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum PLN Watch, KRT Tohom Purba, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi provokatif yang mengatasnamakan PT PLN (Persero), terutama terkait isu pemadaman listrik total selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali.
Tohom mengatakan, kabar mengenai pemeliharaan jaringan terencana total di Jawa dan Bali pada 22 hingga 25 Juni 2026 yang disebut akan menyebabkan pemadaman listrik nonstop selama tiga hari merupakan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Baca Juga:
ESDM dan PLN Perkuat Akses Listrik untuk Masyarakat Prasejahtera
Menurut Tohom, masyarakat perlu lebih bijak menyaring informasi karena isu kelistrikan menyangkut hajat hidup orang banyak dan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ketenangan rumah tangga.
“Informasi seperti ini harus disikapi dengan kepala dingin, jangan langsung dipercaya dan disebarkan, sebaiknya pastikan dulu melalui kanal resmi PLN,” ujar Tohom, Minggu (21/6/2026).
Tohom menilai, penyebaran hoaks pemadaman listrik bukan hanya merugikan PLN sebagai penyedia layanan, tetapi juga dapat mengganggu psikologi masyarakat yang sedang membutuhkan kepastian informasi di tengah adanya dinamika pasokan listrik.
Baca Juga:
Lewat Lisdes dan BPBL, PLN Dukung Pemerataan Listrik hingga Pelosok Negeri
Ia mengatakan, PLN saat ini sedang bekerja mengatasi persoalan teknis dan pasokan energi agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap terjaga secara bertahap, terukur, dan bertanggung jawab.
“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah dukungan publik, bukan kepanikan yang dipicu oleh informasi palsu,” kata Tohom.
Tohom menyebut, kritik terhadap pelayanan kelistrikan tetap diperlukan sebagai bagian dari pengawasan publik, namun kritik tersebut harus berbasis data, proporsional, dan diarahkan untuk mendorong perbaikan layanan.