WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala daerah dituntut mampu memutar roda ekonomi dengan kreativitas dan keberanian menarik investasi, bukan sekadar menunggu aliran dana dari pemerintah pusat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat Rakerkornas ke-XXXV APINDO di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo di Istana Negara
Pernyataan JK bermula ketika Ketua APINDO Luwu Utara yang juga Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menanyakan strategi memenuhi harapan sekitar 334 ribu warga di tengah keterbatasan keuangan daerah dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Menurut JK, kualitas kepemimpinan kepala daerah justru diuji ketika perekonomian menghadapi tekanan global dan kemampuan transfer keuangan pemerintah pusat mengalami keterbatasan.
Ia menilai kepala daerah harus membangun sinergi dengan pengusaha, investor, parlemen, serta berbagai pemangku kepentingan agar aktivitas ekonomi di daerah tetap bergerak.
Baca Juga:
Grace Natalie Tersandung Kasus Video JK, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum
"Kalau kepala daerah hanya tunggu transfer (APBN) dari pusat, semua juga bisa jadi bupati," kata JK, Senin (3/8/2026).
JK menilai kepala daerah idealnya memiliki visi untuk membangun dan memperbesar perekonomian wilayah, bukan sebatas mengelola anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat.
Kemampuan mendorong investasi dan menciptakan iklim usaha yang sehat menurutnya menjadi bagian penting untuk meningkatkan perputaran uang di tengah masyarakat.