WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum PLN Watch, KRT Tohom Purba, menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada jajaran Direksi dan Komisaris PT PLN (Persero) yang baru setelah perubahan susunan kepengurusan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026.
Tohom menilai susunan kepemimpinan baru PLN menjadi momentum penting untuk memperkuat keberlanjutan transformasi perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Baca Juga:
PLN Watch Ucapkan Selamat kepada Direksi dan Komisaris Baru PLN, Tekankan Visi Besar Ketahanan Energi Nasional
Menurut Tohom, PLN merupakan BUMN strategis yang memegang peran vital dalam pembangunan nasional sehingga setiap penguatan struktur kepemimpinan harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia mengatakan, tantangan sektor ketenagalistrikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pasokan listrik, tetapi juga menyangkut standardisasi, keselamatan, digitalisasi, transisi energi, dan perlindungan konsumen.
โPLN Watch mengucapkan selamat bekerja kepada Direksi dan Komisaris PLN yang baru, semoga amanah ini dijalankan dengan semangat pelayanan, integritas, dan visi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional,โ ujar Tohom, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:
PLN Watch Sambut Kepemimpinan Baru PLN, Dorong Penguatan Standardisasi dan Perlindungan Konsumen
Tohom menyebut, keberlanjutan transformasi PLN perlu terus dijaga karena perusahaan ini berada di garis depan dalam memastikan listrik tersedia secara andal, aman, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia menilai penambahan dan penguatan jajaran kepemimpinan PLN harus menjadi energi baru untuk mempercepat pengambilan keputusan strategis, memperkuat koordinasi bisnis, serta memastikan setiap program transformasi benar-benar berdampak pada masyarakat.
๐ฆ๐๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฑ๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฒ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ก๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น
Menurutnya, keandalan listrik nasional jangan hanya dilihat dari sisi kapasitas pembangkit, tetapi juga dari kualitas jaringan transmisi, gardu induk, sistem proteksi, material, konstruksi, hingga standar keselamatan pengguna listrik.
Tohom mengatakan, pengalaman blackout di Sumatera harus menjadi pelajaran penting bahwa sistem kelistrikan nasional membutuhkan budaya standardisasi yang lebih kuat dan konsisten.
โBlackout Sumatera harus menjadi pengingat bahwa standardisasi bukan urusan teknis biasa, tetapi bagian dari perlindungan konsumen, keselamatan publik, dan ketahanan nasional,โ katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong jajaran Direksi dan Komisaris PLN yang baru untuk menjadikan standardisasi kelistrikan sebagai agenda prioritas dalam setiap pembangunan infrastruktur.
Ia berpandangan, investasi pada standardisasi material, konstruksi, sistem proteksi, dan modernisasi jaringan akan jauh lebih murah dibandingkan kerugian besar yang timbul ketika sistem kelistrikan mengalami gangguan berskala luas.
Menurut Tohom, listrik saat ini telah menjadi tulang punggung ekonomi digital, layanan publik, industri, perbankan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas rumah tangga.
Karena itu, setiap gangguan besar terhadap pasokan listrik dapat menimbulkan efek domino yang luas terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat.
โKetika listrik padam secara luas, yang terganggu bukan hanya lampu rumah warga, tetapi juga transaksi ekonomi, sistem komunikasi, layanan kesehatan, logistik, dan rasa aman masyarakat,โ ujar Tohom.
Ia menilai PLN di bawah jajaran kepemimpinan baru perlu memperkuat pendekatan preventive defense atau pencegahan sejak dini melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan kepatuhan terhadap standar.
Tohom juga mengapresiasi berbagai capaian transformasi PLN dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penguatan pembangkit, jaringan, gardu induk, serta digitalisasi layanan pelanggan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi Direksi dan Komisaris PLN yang baru untuk bergerak lebih progresif dalam menghadapi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Ia mengatakan, beroperasinya puluhan pembangkit baru dengan kapasitas besar menjadi bukti bahwa transformasi PLN telah berjalan pada jalur yang konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Namun, Tohom mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur harus terus diikuti dengan penguatan standar keselamatan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen.
โPembangunan pembangkit, transmisi, dan gardu induk harus selalu berjalan seiring dengan standar keselamatan yang tinggi, karena listrik yang andal harus sekaligus aman bagi masyarakat,โ katanya.
๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐๐๐๐ก๐๐ฆ ๐ฑ๐ถ ๐๐ผ๐ฟ๐๐บ ๐๐น๐ผ๐ฏ๐ฎ๐น
Tohom menjelaskan, peran ALPERKLINAS dalam forum Fisuel Internasional selama ini juga diarahkan untuk memperkuat sistem keselamatan pengguna listrik melalui pertukaran gagasan, praktik terbaik, dan standar perlindungan konsumen kelistrikan.
Ia mengatakan, keterlibatan ALPERKLINAS di forum internasional menjadi bagian dari upaya membawa perspektif konsumen Indonesia ke dalam pembahasan keselamatan listrik global.
Selain melalui Fisuel Internasional, ALPERKLINAS juga aktif membawa perspektif konsumen dalam forum ISO Committee on Consumer Policy atau ISO COPOLCO yang membahas kebijakan standardisasi internasional dari sudut pandang perlindungan konsumen.
Tohom mengatakan, pengalaman ALPERKLINAS dalam ISO COPOLCO memperkuat keyakinan bahwa standar tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen teknis, tetapi sebagai instrumen penting untuk menjamin keselamatan, kualitas layanan, transparansi, dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, relevansi ISO COPOLCO dengan sektor kelistrikan sangat kuat karena pembangunan standar global harus selalu menempatkan kepentingan konsumen sebagai salah satu fondasi utama.
Ia juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap standar yang dikembangkan dalam lingkup IEC atau International Electrotechnical Commission, lembaga standardisasi internasional yang menjadi rujukan penting dalam bidang elektroteknika, sistem kelistrikan, peralatan listrik, keselamatan instalasi, dan keandalan infrastruktur energi.
Menurut Tohom, agenda standardisasi di IEC sangat relevan bagi PLN karena menyangkut kualitas material, keamanan peralatan, sistem proteksi, instalasi, konstruksi jaringan, hingga ketahanan sistem kelistrikan terhadap gangguan.
โISO COPOLCO memberi perspektif penting tentang perlindungan konsumen dalam standardisasi, sementara IEC menjadi rujukan penting dalam standar elektroteknika dan kelistrikan. Keduanya sangat relevan bagi Indonesia untuk membangun sistem listrik yang aman, andal, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,โ ujar Tohom.
Tohom menilai pengalaman ALPERKLINAS dalam forum standardisasi internasional tersebut perlu menjadi dorongan bagi penguatan budaya standardisasi kelistrikan nasional.
Ia mengatakan, PLN sebagai perusahaan strategis negara perlu terus menjadikan standar internasional, praktik terbaik global, dan kebutuhan perlindungan konsumen sebagai referensi dalam memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan.
Selain itu, Tohom menyebut peran ALPERKLINAS dalam Forum Konsumen ASEAN juga penting untuk mendukung penguatan standar perlindungan konsumen listrik di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, kerja sama regional diperlukan karena isu keselamatan dan perlindungan konsumen listrik kini tidak bisa lagi dipandang secara sempit dalam batas nasional.
โStandar perlindungan konsumen listrik harus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui kerja sama internasional dan regional agar keselamatan masyarakat semakin terlindungi,โ ujarnya.
๐๐ผ๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ธ๐๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐ฃ๐๐ฏ๐น๐ถ๐ธ
Tohom yang juga Ketua BPPH Pemuda Pancasila Pusat dan Ketua Umum Relawan Nasional Martabat Prabowo-Gibran ini mengatakan bahwa PLN memiliki mandat besar untuk menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai Direksi dan Komisaris PLN yang baru perlu memperkuat tata kelola perusahaan agar setiap investasi kelistrikan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi konsumen.
Menurut Tohom, kepemimpinan PLN ke depan harus mampu menjawab tiga agenda besar sekaligus, yaitu keandalan pasokan listrik, percepatan transisi energi, dan penguatan standar perlindungan konsumen.
Ia juga mendorong PLN untuk semakin terbuka terhadap kolaborasi dengan pemerintah, BSN, lembaga perlindungan konsumen, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat sipil dalam memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional.
Tohom meyakini kolaborasi tersebut akan membuat transformasi PLN tidak hanya kuat secara korporasi, tetapi juga kokoh sebagai instrumen pelayanan publik.
โPLN adalah jantung energi nasional, sehingga kepemimpinan baru harus membawa semangat besar untuk membangun sistem kelistrikan yang tangguh, aman, modern, dan berdaya saing global,โ katanya.
Ia berharap jajaran Direksi dan Komisaris PLN yang baru dapat menjaga kesinambungan transformasi yang telah berjalan serta mempercepat inovasi dalam pelayanan listrik nasional.
Tohom menambahkan, keberhasilan PLN tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya rasa aman, kepuasan, dan kepercayaan masyarakat sebagai konsumen listrik.
โSemakin tinggi standar yang dibangun PLN, semakin kuat pula perlindungan yang diberikan kepada masyarakat, perekonomian, dan masa depan bangsa,โ pungkasnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]