Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa perampingan BUMN juga penting untuk memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan aglomerasi, daerah penyangga, kawasan industri, dan wilayah pertumbuhan baru.
"BUMN yang sehat akan lebih mampu masuk ke proyek strategis, memperkuat layanan publik, membangun konektivitas, mendukung hilirisasi, dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah yang selama ini sudah padat," katanya.
Baca Juga:
Forum TKA di KEK Industropolis Batang, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tenaga Kerja Lokal Harus Jadi Prioritas Investasi
Menurutnya, usulan agar BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk riset dan inovasi akan menjadi sangat masuk akal apabila perusahaan negara lebih dulu dibersihkan dari beban tidak produktif dan diarahkan menghasilkan keuntungan secara sehat.
"Riset dan inovasi membutuhkan BUMN yang kuat, karena tidak mungkin perusahaan yang merugi diminta menjadi lokomotif teknologi, industrialisasi, dan kemandirian nasional," ucap Tohom.
Ia menilai peran Danantara dan BP BUMN menjadi sangat penting dalam memastikan konsolidasi perusahaan negara tidak berhenti pada pengurangan jumlah, tetapi juga melahirkan tata kelola baru yang profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan sempit.
Baca Juga:
Holding Logistik di Bawah Pos Indonesia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Visioner untuk Perkuat Ekonomi Nasional
"Perampingan harus diikuti audit kinerja, evaluasi portofolio, penguatan manajemen risiko, dan keberanian melepas unit usaha yang tidak relevan dengan kepentingan strategis bangsa," ujar Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran juga memandang bahwa target dua tahun untuk membuat BUMN lebih efisien dan transparan harus dikawal sebagai agenda strategis pemerintahan, karena keberhasilannya akan berdampak langsung pada kualitas belanja negara dan pelayanan publik.
"Jika BUMN menjadi lebih ramping, sehat, dan produktif, maka negara punya ruang fiskal dan ruang kebijakan yang lebih besar untuk membiayai pendidikan, kesehatan, pangan, energi, riset, dan infrastruktur rakyat," katanya.