WahanaNews.co | Dosen Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB Prima Gandhi mengungkapkan momentum Presidensi G20 harus mengembangkan pertanian Indonesia mulai dari kedaulatan benih hingga adanya transfer teknologi di agribisnis.
Prima Gandhi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, mengatakan Presidensi G20 harus dapat menaikkan derajat petani baik pada skala internasional maupun lokal.
Baca Juga:
Forum G20 Kembali Fokus pada Isu Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Global
"Petani harus menjadi subyek bukan hanya obyek dalam membuat kebijakan pertanian," katanya.
Prima berharap forum presidensi dapat memastikan kedaulatan benih suatu negara karena merupakan pondasi pembangunan pertanian suatu negara.
"Kedaulatan benih menjadi syarat mutlak apabila tiga isu pertanian dalam G20 hendak terwujud," katanya.
Baca Juga:
Bertolak ke Afrika Selatan, Mendag Busan Hadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan dan Investasi G20
Menurut dia, kedaulatan benih di Indonesia mulai lemah sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1999 tentang sistem budidaya tanaman. .
"Bisa dikatakan UU No 12 tahun 1999 menjadi pintu masuk liberalisasi benih di Indonesia," katanya, dilansir dari Antara.
Sebelumnya benih yang digunakan merupakan benih produksi petani, perusahaan swasta dan pemerintah. Perusahaan swasta maupun pemerintah mendapatkan hak memproduksi benih berlabel dari negara.