WAHANANEWS.CO, Jakarta - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif kontribusi badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai menjadi salah satu faktor utama penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN semakin efektif dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.
Baca Juga:
Skandal Minyak Pertamina Rugikan Negara Rp69 Triliun, Eks Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa peran BUMN strategis membuktikan arah kebijakan ekonomi nasional telah berada di jalur yang tepat.
“Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada awal 2026 adalah sinyal kuat bahwa BUMN tetap menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Ketika sektor perbankan, energi, telekomunikasi, dan pertambangan bergerak solid, maka ekonomi nasional memperoleh fondasi yang sangat kokoh,” ujar Tohom Purba di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Tohom, kontribusi bank-bank Himbara, MIND ID, PT Pertamina, dan PT Telkom Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan negara memiliki kapasitas luar biasa untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong investasi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Langkah Hijau PLN EPI Jaga Pesisir Lombok dan Ketahanan Energi Nasional
“BUMN bukan hanya instrumen bisnis, tetapi alat strategis negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” katanya.
Ia menilai keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menjadi katalis penting untuk mempercepat restrukturisasi dan meningkatkan produktivitas BUMN di berbagai sektor.
“Danantara akan menjadi lokomotif baru yang mengonsolidasikan kekuatan aset negara agar lebih produktif, efisien, dan kompetitif di tingkat global. Ini adalah langkah besar menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.