WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Pusat Perbelanjaan Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Program ini berlangsung pada 6–30 Maret 2026 dengan target nilai transaksi mencapai Rp53,38 triliun.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Reformasi Pertanian WTO Jelang KTM ke-14 di Kamerun
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, program BINA Lebaran menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan sektor perdagangan domestik melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
Berbagai pusat perbelanjaan serta ritel akan menghadirkan promosi dan kegiatan belanja guna meningkatkan minat masyarakat.
“Program BINA Lebaran 2026 merupakan instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik. Program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran,” ujar Budi Santoso usai peluncuran program.
Baca Juga:
Polda Jambi bersama Satgas Pangan Pantau Harga Sembako di Pasar Angso Duo, Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pelaku usaha akan terus diperluas melalui berbagai agenda promosi dan kegiatan belanja lainnya setelah periode Lebaran. Dengan demikian, momentum peningkatan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga sepanjang tahun.
“Setelah Lebaran juga akan ada berbagai agenda menarik lainnya. Kerja sama seperti ini akan terus kita lakukan agar kesempatan menjual produk di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat dapat terus meningkat,” kata Budi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode penting bagi peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah bersama pelaku usaha ritel menghadirkan berbagai program promosi untuk mendorong belanja domestik.
“Program BINA Lebaran tahun ini berlangsung selama 25 hari dengan target transaksi mencapai Rp53 triliun atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap kegiatan ini dapat semakin menggairahkan konsumsi masyarakat,” ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng dua liter per bulan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp11,92 triliun.
“Kami melihat dana yang beredar menjelang Lebaran cukup besar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini,” kata Airlangga.
Program BINA Lebaran 2026 melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Berbagai program promosi disiapkan untuk menarik minat belanja masyarakat, di antaranya potongan harga hingga 70–80 persen untuk produk fesyen, gaya hidup, serta perlengkapan Lebaran di berbagai tenant anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
[Redaktur: Alpredo]