WahanaNews.co, Nagan Raya -
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Meski menghadapi tantangan berat dalam distribusi material, pemerintah optimistis fasilitas pendidikan terpadu tersebut dapat mulai difungsikan pada Juli 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Minggu (14/6/2026) mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 65 persen. Menurutnya, kendala utama yang dihadapi di Nagan Raya serupa dengan yang terjadi di Subulussalam, yakni sulitnya akses transportasi material.
Baca Juga:
Sidak Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Menteri Dody Dapat Janji Pekerja Selesaikan Proyek Sesuai Target
"Jadi supply material secara darat memang berat. Ada bandara, tetapi bandaranya masih belum bisa 100% kita gunakan Hercules. Cuman tadi dari temen-teman penyedia jasa, Wakita Karya, akan berusaha tetap menggunakan angkutan udara karena itu yang tercepat dan yang bisa," kata Menteri Dody.
Menteri Dody menjelaskan, jalur darat menuju lokasi proyek cukup menantang karena material harus didatangkan dari Medan dan Jakarta. Sementara itu, keterbatasan fasilitas bandara di wilayah tersebut membuat pesawat kargo berkapasitas besar seperti Hercules belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Meski demikian, lanjutnya, PT Wakita Karya (Persero) sebagai kontraktor proyek Sekolah Rakyat di Nagan Raya akan memaksimalkan angkutan udara guna mempercepat pembangunan.
Baca Juga:
Pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Bekasi Capai 83,91 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Kendati menghadapi berbagai hambatan logistik, Menteri Dody menegaskan pemerintah tetap berupaya agar fasilitas pendidikan tersebut dapat beroperasi sesuai target.
Menteri Dody menambahkan, apabila terdapat beberapa fasilitas yang belum selesai sepenuhnya akibat kendala distribusi material, pemerintah akan memprioritaskan agar sekolah dapat terlebih dahulu berfungsi untuk kegiatan belajar mengajar. Penyempurnaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh sarana dapat beroperasi 100 persen.
"Jadi mungkin beberapa tempat yang memang ada kesulitan di transportasi material ya. Mungkin kita upayakan maksimalnya bisa fungsional dulu lah. Nanti kemudian secara bertahap kita sempurnakan sehingga benar-benar bisa berhasil," tegasnya.